Breaking News:

Kasus Covid-19 di Eropa Hampir 3,7 Juta, Pelonggaran Pembatasan jadi Penyebab

Kasus Covid-19 di Eropa melonjak hampir mencapai 3,7 juta kasus, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melihat ada beberapa faktor yang saling berkaitan

Editor: Ade Mayasanto
DOK BioFarma
Presiden Jokowi didampingi Menteri BUMN Erick Tohir dan direksi PT Bio Farma melihat uji klinis tahap III vaksin Covid-19. Uji klinis tersebut dilakukan oleh PT Bio Farma (Persero). 

TRIBUNKALTARA.COM, COPENHAGEN - Kasus Covid-19 di Eropa melonjak hampir mencapai 3,7 juta kasus, Badan Kesehatan Dunia (WHO) melihat ada beberapa faktor yang saling berkaitan mempengaruhi.

Melansir AFP pada Kamis (13/8), kombinasi dari pelonggaran pembatasan, aturan yang kurang ketat di musim panas, dan peningkatan uji Covid-19, menjelaskan meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di seluruh Eropa.

Sementara, jumlah kematian karena virus corona tidak mengikuti kecepatan peningkatan kasus virus corona di negara-negara di seluruh Eropa.

Richard Peabody, ahli epidemiologi yang memimpin Tim Patogen Ancaman Tinggi di Kantor Regional WHO untuk Eropa, menegaskan, "tidak ada saran dari perubahan keseluruhan dalam tingkat keparahan (virus)."

Sebaliknya, tingkat kematian yang lebih rendah sebagian dapat dijelaskan oleh penyebaran penyakit di antara orang-orang muda, yang umumnya tidak mengalami gejala yang paling parah dan menderita tingkat kematian yang lebih rendah.

WHO sekarang khawatir orang-orang akan menjadi lebih lalai tentang langkah-langkah dan rekomendasi yang bertujuan untuk mengekang penyebaran.

"Pesan utamanya adalah jika Anda mengambil risiko terhadap pengendalian virus, maka virus itu akan kembali," katanya meminta pemerintah Eropa untuk memperhatikan pelajaran yang didapat di bulan-bulan pertama pandemi.

Indonesia Lakukan Uji Klinis Vaksin Covid-19, Menteri BUMN Erick Tohir: Banyak Negara Lain Terkejut

Maju sebagai Balon Wagub Kaltara, Bupati Malinau Yansen Sebut Membangun Kaltara tak Perlu Buru-buru

Peabody melanjutkan triknya adalah dengan cepat mengidentifikasi kasus baru, klaster baru, untuk mencoba mencegah penyebaran amplifikasi lebih lanjut.

Menurut WHO, hampir 3,7 juta kasus Covid-19 telah tercatat di Eropa sejak awal pandemi, dan 218.383 kematian.

Di seluruh dunia, lebih dari 20 juta kasus yang dikonfirmasi telah dilaporkan. Melansir Daily Mail pada Kamis (13/8/2020), di Jerman hari ini mencatat lonjakan harian terburuk sejak 1 Mei ketika 1.445 orang dinyatakan positif dalam waktu 24 jam.

Meningkatnya kasus virus corona terkait dengan liburan musim panas dan pertemuan sosial lainnya, telah membuat khawatir para pejabat Jerman karena terjadi di seluruh negeri.

Rp 4 Miliar Dianggarkan KPU untuk Debat Cagub-Cawagub Kaltara 2020, Bagaimana Formatnya?

Sederet Upaya Pemprov Kaltara Bantu Warga di Perbatasan RI-Malaysia

Tujuh hari terakhir telah melihat 6.897 kasus baru di Jerman, naik dari 5.239 pada minggu sebelumnya dan kurang dari 3.000 per minggu hingga pertengahan Juli.

Di Spanyol, kasus melonjak 3.172 pada hari Rabu dengan lebih dari 24.000 infeksi baru dihitung dalam seminggu terakhir saja.

Lonjakan tersebut telah mendorong pembangunan rumah sakit lapangan militer di wilayah Aragon yang terpukul parah dengan pemandangan yang mengingatkan pada puncak epidemi pada bulan Maret dan April.

Personel angkatan udara mendirikan tenda hijau tua untuk dijadikan sebagai rumah sakit lapangan di Zaragoza, ibu kota wilayah Aragon. (kps)

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved