Tak Cuma Covid-19, Doni Monardo Ingatkan Waspada Cuaca Ekstrem, Termasuk di Kalimantan Utara
Di tengah pandemi Covid-19, Kepala BNPB Doni Monardo ingatkan waspada cuaca ekstrem, termasuk Kalimantan Utara.
TRIBUNKALTARA.COM - Di tengah pandemi Covid-19, Kepala BNPB Doni Monardo ingatkan waspada cuaca ekstrem, termasuk Kalimantan Utara.
Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana ( BNPB ) Doni Monardo mengatakan, beberapa wilayah Indonesia berpotensi mengalami cuaca ekstrem selama peralihan musim atau ( pancaroba ) pada tahun ini.
Menurut Doni Monardo, kondisi ini tersebut telah disampaikan oleh Badan Meteorologi, klimatologi, dan Geofisika (BMKG) beberapa waktu lalu.
"Terkait dengan cuaca ekstrem ini, masyarakat diimbau untuk waspada dan siap siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi," ujar Doni Monardo sebagaimana dikutip dari siaran pers BNPB, Senin (28/9/2020).
• Sudah Mencapai 13 Orang Meninggal Dunia Akibat Tanah Longsor di Tarakan, Walikota akan Tinjau Lokasi
• BREAKING NEWS - Si Jago Merah Lahap Rumah Warga di Kelurahan Selumit Tarakan
• Kepada Doni Monardo, Panglima TNI Hadi Tjahjanto Tegaskan TNI Pasang Badan Tangani Covid-19
• Musibah Tanah Longsor di Tarakan, 6 Korban Meninggal Dunia di Lokasi Berbeda
"Seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor dan angin kencang atau puting beliung," kata dia.
Doni Monardo menyebut, bencana hidrometerologi tersebut diperkirakan masih dominan terjadi.
Bencana tersebut memiliki dampak yang luar biasa, baik dari sisi korban jiwa maupun kerugian material.
"Pada September-Oktober, kondisi hujan tidak merata dapat terjadi dengan intensitas sedang hingga lebat dalam durasi singkat," ucap Doni.
Dia pun meminta Pusat Pengendali Operasi (Pusdalops)-nya untuk memonitor dan melakukan koordinasi dengan pusdalops di daerah, baik provinsi dan kabupaten serta kota.
Sementara itu, berdasarkan peringatan dini cuaca, BMKG memprakirakan cuaca pada 28 September 2020 dengan potensi hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang di beberapa wilayah.
Wilayah tersebut yakni Aceh, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, Sulawesi Tengah, Maluku Utara, Maluku, Papua Barat dan Papua.
Wilayah yang berpotensi hujan dan dapat diikuti kilat atau petir serta angin kencang yaitu Sumatera Barat, Riau, Bengkulu, Lampung dan Jawa Barat.
Masyarakat di wilayah-wilayah tersebut dan berlokasi dekat dengan sungai-sungai baik di bagian hulu hingga hilir serta wilayah berpotensi banjir untuk meningkatkan kewaspadaan dan kesiapsiagaan.
Selain itu, pemukiman yang berdekatan dengan tebing atau di wilayah perbukitan untuk memantau kondisi lingkungan sekitar.
Langkah pencegahan dini dibutuhkan untuk mengantipasi dampak longsor yang dapat dipicu oleh curah hujan tinggi mapun struktur tanah yang labil.
Doni Monardo mengatakan, di tengah potensi bahaya hidrometeorologi ini, masyarakat juga diharapkan untuk memperhatikan protokol kesehatan apabila harus melakukan evakuasi.
"Hal itu dilakukan karena pandemi Covid-19 masih terjadi berbagai wilayah," ucap Doni Monardo.
Berdasarkan analisis beberapa fenomena atmosfer di atas, BMKG memprediksikan dalam periode tiga hari kedepan, hujan dengan intensitas sedang-lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang berpotensi terjadi di wilayah berikut ini:
Periode 27-29 September 2020 :
- Aceh
- Sumatera Utara
- Sumatera Barat
- Bengkulu
- Lampung
- Banten
- DKI Jakarta (potensi pada tanggal 27 September)
- Jawa Barat
- Jawa Tengah
- Kalimantan Barat
- Kalimantan Tengah
- Kalimantan Timur
- Sulawesi Utara
- Gorontalo
- Sulawesi Tengah
- Sulawesi Barat
- Sulawesi Selatan
- Maluku
- Maluku Utara
- Papua Barat
- Papua
(*)
Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com
Follow Twitter TribunKaltara.com
Follow Instagram tribun_kaltara
Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/kaltara/foto/bank/originals/kepala-bnpb-doni-monardo-28092020.jpg)