Breaking News:

KPwBI Kaltara Sebut DPK Kalimantan Utara Tumbuh Positif 9,14 Persen, Tertinggi di 2020

Posisi Dana Pihak Ketiga ( DPK ) di Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) bulan Agustus 2020 tumbuh positif 9,14% (year on year/yoy)

Penulis: Risnawati | Editor: Cornel Dimas Satrio
TribunKaltara.com / Risnawati
Kantor Bank Indonesia Kaltara (TribunKaltara.com / Risnawati) 

Adapun untuk Kota Tarakan, posisi kredit bulan Agustus 2020 relatif terkontraksi 0,74% (yoy), yaitu dari Rp3,88 triliun menjadi Rp3,85 triliun dengan NPL sebesar 1,71% relatif menurun dibandingkan bulan sebelumnya.

Peningkatan tersebut disebabkan oleh mulai membaiknya daya beli masyarakat, selain itu adanya program Pemerintah terkait penanganan dampak Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) turut mendorong perbaikan di berbagai lapangan usaha utama seperti perdagangan dan pertanian.

Kondisi ini turut tercermin pada inflasi yang terjadi di bulan Agustus 2020.

Secara sektoral, lapangan usaha yang memiliki posisi kredit terbesar adalah Lapangan Usaha Perdagangan dengan pangsa 21,99% tumbuh sebesar 3,70% (yoy) utamanya didorong kegiatan konsumsi masyarakat yang relatif mulai membaik di tengah pandemi Covid-19 ini sejak akhir Maret 2020 lalu.

Senada hal tersebut, lapangan usaha Pertanian dan Kehutanan dengan pangsa sebesar 16,35%, mengalami pertumbuhan kredit sebesar 37,18% (yoy) utamanya didorong oleh peningkatan pinjaman sub lapangan usaha perkebunan kelapa sawit seiring dengan sempat membaiknya harga komoditas tersebut.

Di sisi lain, lapangan usaha Pertambangan dengan pangsa 5,61% dari total kredit, masih mengalami kontraksi sebesar -23,32% (yoy) disebabkan oleh masih rendahnya harga dan permintaan batu bara global secara tahunan sehingga membuat mayoritas perusahaan masih membatasi kegiatan usaha yang dilakukan.

Selanjutnya lapangan usaha industri pengolahan dengan pangsa 4,86% terkontraksi sebesar -23,69% (yoy) disebabkan oleh masih tertahannya kinerja ekspor udang beku dan CPO di Kaltara.

Berdasarkan penggunaannya, kredit/pembiayaan untuk tujuan konsumsi memiliki pangsa terbesar, yaitu 41,11% atau senilai Rp4,24 triliun. Kredit/pembiayaan tersebut tumbuh sebesar 12,76% (yoy).

Kemudian kredit/pembiayaan modal kerja memiliki pangsa 36,23% atau senilai Rp3,73 triliun, mengalami kontraksi sebesar -3,72% (yoy), sementara kredit/pembiayaan investasi memiliki pangsa 22,65% atau senilai Rp2,33 triliun, tumbuh sebesar 11,30% (yoy).

Selain itu, rasio Kredit/Pembiayaan terhadap Dana Pihak Ketiga atau Loan to Deposit Ratio (LDR) di Provinsi Kaltara pada bulan Agustus 2020 sebesar 75,50%, relatif lebih rendah dari bulan Juli 2020 yang berada pada angka 78,27%.

Halaman
123
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved