Breaking News:

Virus Corona di Kutim

14 Dinas di Lingkungan Pemkab Kutim Bekerja dari Rumah Akibat Pejabat dan Staf Terpapar Virus Corona

Kepala Dinkes Kutim mengatakan,ada 14 dinas yang pejabat maupun stafnya terpapar virus corona. di lingkungan Pemkab Kutim.

TRIBUNKALTIM.COM
Rapid test massal terus dilakukan Dinas Kesehatan Kutim demi mendeteksi dini warga yang terpapar virus corona 

TRIBUNKALTARA.COM, SANGATTA - Jumlah pasien covid-19 di wilayah Kabupaten Kutai Timur hari ini, Selasa (6/10/2020), telah menyentuh angka 504 kasus. Setelah terjadi penambahan kembali sebanyak sembilan pasien terkonfirmasi yang tersebar di empat Puskesmas se Kalimantan Timur. Yakni, Puskesmas Sangatta Selatan, sebanyak dua kasus, Puskesmas Teluk Lingga sebanyak lima kasus, Puskesmas Muara Wahau sebanyak dua kasus dan Puskesmas Muara Ancalong satu kasus.

Meski demikian, di hari yang sama Dinas Kesehatan Kutai Timur melalui laman corona.kutaitimurkab.go.id mengumumkan ada 29 pasien yang dinyatakan sudah sembuh. Mereka dinyatakan sembuh setelah dua kali tes swab-nya menunjukkan tanda negatif. Sehingga total pasien sembuh saat ini, 359 orang.

Di antara ratusan pasien positif covid-19 tersebut, ada pejabat dan staf di lingkungan Pemkab Kutai Timur yang ikut terpapar. Mereka ada yang terpaksa dirawat di rumah sakit, karena memiliki gejala berat dan penyakit penyerta, ada pula yang melakukan karantina mandiri di rumah saja. “Ada 14 dinas yang pejabat maupun stafnya terpapar virus corona. Termasuk bagian di lingkungan Setkab Kutim,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Bahrani Hasanal, Selasa (6/10/2020).

Harga Cabe Rawit di Pasar Gusher Tarakan Turun, Pedagang Akui Ada yang Jual Lebih Murah

Perkembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Transaksi BI-RTGS Agustus 2020 Alami Penurunan Nilai

Aksi Heroik Polisi Tangkap 2 Pelanggar Lalu Lintas yang Todongkan Pistol ke Ibu dan Anak di Terminal

Lingkungan yang terpapar di antaranya, Setkab Kutim, pada pejabat di Bagian Hukum dan Bagian Pemerintahan ada yang terpapar, di Dinas Lingkungan Hidup juga ada, Bappeda serta Kesbangpol. Bahkan di RSUD Kudungga Sangatta, juga ada beberapa tenaga kesehatan, perawat dan staf administrasi yang terpapar.

Lingkungan yang terpapar tersebut, menurut Bahrani, terpaksa memberlakukan sistem bekerja dari rumah untuk seluruh staf maupun Tenaga Kerja Kontrak Daerah (TK2D)-nya. Demi menjaga agar penyebaran tidak semakin meluas.

“Hanya pejabat terasnya saja yang masuk, sedangkan staf PNS dan TK2D bekerja di rumah. Seperti bagian pemerintahan, hanya kepala seksi yang masuk kerja. Untuk staf tidak. Bappeda juga sebagian saja yang bekerja. Tidak total, sebagian masih bekerja. Terutama terkait pelayanan,” ungkap Bahrani.

Tak Lagi Menyala Sejak 25 September, Api Abadi Mrapen Tinggal Kenangan? Ini Penjelasan Pemerintah

Setelah Tetapkan Nomor Urut, Ketua KPU Berikan Deadline Kepada Dani-Nasir Jelang Pilkada Nunukan

Selain kluster pemerintahan, di Kabupaten Kutai Timur juga sudah terbentuk kluster keluarga. Menurut Bahrani, ada 45 keluarga yang terpapar, melibatkan 135 orang di dalamnya. “Kluster keluarga ini, umumnya berasal dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Semakin banyak suatu daerah melakukan tes, semakin banyak yang terlihat. Di Kutim, kebanyakan tanpa gelaja. Tidak ada keluhan, tapi ternyata bisa menularkan,” kata Bahrani.

Di RSUD Kudungga, kata Bahrani, ada delapan staf yang terkonfirmasi positif. Kemarin, sudah dilakukan tes swab pada 40 orang lebih, hasil tracing dari kedelapan pasien tersebut. “Semoga tidak banyak yang bergejala berat,” ujar Bahrani.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved