Breaking News:

Virus Corona Balikpapan

Pandemi Covid-19, Tiap Kegiatan Sosial Kuantitas Orang yang Hadir Maksimal 30 Orang

Jumlah massa dalam suatu kegiatan, di pandemi Covid-19 dibatasi di Balikpapan. Saat ini untuk setiap kegiatan sekiranya maksimal 30 orang

TRIBUNKALTIM.COM
Donor Darah yang digelar Kodim 0905 Balikpapan belum lama ini 

TRIBUNKALTARA.COM, BALIKPAPAN - Jumlah massa dalam suatu kegiatan, di pandemi Covid-19 saat ini sangat dibatasi di Balikpapan. Saat ini untuk setiap kegiatan sekiranya maksimal 30 orang yang hadir. Ini berlaku untuk seluruh kegiatan, termasuk kegiatan sosial.

Menurut Kabid Penegakkan Disiplin Protokol Covid-19 Balikpapan Zulkifli, hal ini sejalan dengan pembatasan kegiatan kampanye maksimal 50 orang di satu ruangan oleh Gugus Tugas. Pun dengan relaksasi rumah ibadah, Kementerian Agama menentukan maksimal di satu kegiatan berjumlah 30 orang.

Ini juga berlaku untuk seluruh kegiatan sosial. Saat ini kami tengah intensif mengatur jumlah orang di kegiatan demi terjaminnya physical distancing," ujar Zulkifli, Sabtu (10/10/2020).

Sehingga untuk kegiatan yang sifatnya mengundang atau mengumpulkan masyarakat dan berjumlah di atas 30 orang, maka harus berkoordinasi dahulu dengan gugus tugas.

Christian Eriksen Mulai Gerah di Inter Milan, Masih Ada Peluang Emas Unjuk Gigi Hadapi AC Milan

Aliansi Pemuda Malinau Kawal Penyampaian Tuntutan Tolak UU Cipta Kerja ke DPRD Provinsi Kaltara

Pencarian Hari Kedua Pria yang Terjun ke Sungai Mahakam, Saksi Mata Melihat Korban Sempat Berenang 

Hal ini sifatnya wajib. Jumlah 30 ini berlaku untuk di dalam maupun di luar ruangan pada kegiatan sosial. Sebagai contoh kegiatan ulang tahun organisasi masyarakat yang digelar seremonial. Juga acara khitanan, termasuk pernik.

"Sementara ini kan sudah ada relaksasi terkait kegiatan semacam ini, namun dengan jumlah orang terbatas," urainya.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja ini menambahkan, yang terpenting dalam berkegiatan tersebut menerapkan protokol kesehatan. Koordinasi paling tidak tiga hari sebelum kegiatan agar bisa dilakukan koordinasi. Jika dilakukan pelanggaran, maka yang pertama kali dilakukan akan diarahkan di lapangan.

"Jika dalam perkawinan ada kerumunan yang membahayakan, undangan yang datang terakhir kami stop dulu atau kami batasi. Juga kami akan mendampingi dari Gugus Tugas," pungkasnya. 

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved