Breaking News:

Virus Corona Kukar

Pemkab Kukar Kembali Lakukan Perpanjangan Pembatasan Sosial Selama 14 Hari,Kasus Corona Belum Turun 

(Kukar) kembali diperpanjang untuk kedua kalinya selama 14 hari kedepan. Kasus corona belum turun

TRIBUNKALTIM.CO
Tidak pakai masker disuruh push up 

TRIBUNKALTARA.COM, TENGGARONG - Masa pembatasan sosial adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) kembali diperpanjang untuk kedua kalinya selama 14 hari kedepan.

Perpanjangan kedua tersebut sesuai dengan kembali terbitnya surat edaran tentang perpanjangan kedua waktu pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial adaptasi kebiasaan baru pada masa pandemi covid-19 di wilayah Kukar.

Surat edaran yang dikeluarkan pada Rabu, (14/10/2020) tersebut ditandatangani langsung Plt Bupati Kukar, Chairil Anwar.

Dalam edaran tersebut, Chairil menyampaikan, Perkembangan kasus Covid-19 belum menunjukan adanya penurunan kasus secara signifikan selama 14 hari pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi Covid-19 dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara.

“Berdasarkan data tanggal 1-14 Oktober 2020 telah terjadi penambahan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 sebanyak 498 kasus dari total 1.717 kasus dengan jumlah kasus meninggal dunia sebanyak 28 kasus,” ujarnya dalam edaran tersebut.

BREAKING NEWS, Mahasiswa Mau Sampaikan Aspirasi, Kantor Gubernur Kaltara Dijaga Polisi

Dokter Satgas Pamtas Yonif 623/BWU Lakukan Pengobatan dari Rumah ke Rumah, Warga Terimakasih Dokter 

Kepala Bank Indonesia Kaltara Yufrizal Sebut Bulungan Sangat Potensial untuk Daerah Pertanian

Upaya pencegahan dan pemutusan mata rantai penularan serta percepatan penanganan Covid-19 di Kabupaten Kutai Kartanegara, maka dilakukan perpanjangan waktu pelaksanaan evaluasi penyelenggaraan relaksasi dan penerapan pembatasan sosial Adaptasi Kebiasaan Baru pada masa pandemi Covid-19 dalam wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara selama 14 hari terhitung mulai tanggal 15-30 Oktober 2020 mendatang.

“Dan akan dilakukan evaluasi lebih lanjut nantinya,” tuturnya.

Dirinya menjelaskan, Segala ketentuan yang telah diatur pada Surat Edaran Nomor : B-2373/DINKES/065.11/09/2020 Tanggal 16 September 2020 dan Nomor : B-2466/DINKES/065.11/09/2020 Tanggal 30 September 2020 lalu tetap berlaku dan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Surat Edaran yang baru diterbitkan ini, dengan mengevaluasi beberapa ketentuan.

Hanya saja ucap Chairil dalam edarannya, terdapat sedikit perubahan waktu jam kegiatan yakni, pemerintah juga membatasi aktivitas dan pembatasan sosial bagi seluruh pelaku usaha milik perorangan, swasta maupun yang menggunakan area publik milik Pemerintah di wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara, dengan ketentuan yakni Pasar rakyat atau pasar malam dibatasi, dengan jam pagi dari pukul 06.30 sampai 09.30 WITA dan sore dari pukul 16.30 sampai 21.30 WITA.

Kemudian, Restoran atau rumah makan, angkringan, café, Pedagang Kaki Lima (PKL), Tempat Hiburan atau Ketangkasan dan usaha sejenis dibatasi sampai dengan pukul 23.00 WITA, lalu Pembatasan pengunjung maksimal 30 persen dari kapasitas ruangan atau tempat duduk dan wajib melakukan rekayasa pengaturan ruangan atau tempat duduk.

“Mengutamakan tidak makan dan minum di tempat dan dianjurkan dibawa pulang ke rumah atau take away,” pungkasnya.

(*)

Editor: Junisah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved