Breaking News:

Virus Corona Kutim

Tiga Hari, di Kutai Timur Ditemukan 52 Pasien Terpapar Covid-19

Pasien terkonfirmasi covid -19 di Kabupaten Kutai Timur kembali meningkat tajam. Tiga hari ditemukan 53 Pasien covid-19

TRIBUNKALTIM.CO
Data persebaran terkini Covid-19 di Kutai Timur 

TRIBUNKALTARA.COM, SANGATTA - Pasien terkonfirmasi covid -19 di Kabupaten Kutai Timur kembali meningkat tajam. Dalam tiga hari belakangan ini, setiap hari terjadi penambahan. Pada 13 Oktober, tercatat ada penambahan 11 pasien positif, 14 Oktober terjadi penambahan 20 pasien dan 15 Oktober bertambah lagi 21 pasien positif. Total ada penambahan 52 pasien.

Sementara angka kesembuhan mulai mengimbangi angka peningkatan pasien terkonfirmasi positif. Pasa 13 Oktober hanya ada lima pasien yang dinyatakan sembuh, sementara 14 Oktober ada 40 pasien dan 15 Oktober enam pasien. Totalnya, 51 pasien yang sudah dinyatakan sembuh dari covid-19.

Kepala Dinas Kesehatan Kutai Timur, dr Bahrani Hasanal mengatakan saat ini angka persebaran covid -19 di Kutai Timur, mencapai 719 kasus positif dan 468 kasus sembuh dengan pasien meninggal sebanyak dua orang. Sehingga total pasien yang meninggal saat ini sudah 11 orang.

“Ada dua pasien yang meninggal dunia, Kamis (15/10/2020) malam dan sudah dikuburkan. Mereka adalah, KTM 715, pria 77 tahun, awalnya mengeluh sesak nafas, sakit pinggang dan sakit dada. Sempat rawat inap di RS swasta dan konsultasi ke spesialis paru. Didiagnose TB dan penyakit jantung. Kemudian dirujuk ke RSUD Kudungga. Hasil tes swab-nya positif covid-19. Dua hari di RSUD Kudungga, pasien meninggal,” ungkap Bahrani.

Empat Jukir Liar Ditangkap Dalam Satu Tahun Terakhir, Kadishub Tarakan Arbain: Kami Hanya Pengawasan

KPU Bulungan Sediakan Satu TPS di Rutan Polres Bulungan, Jumlah Penghuni Rutan Lebih 30 Orang

Disdukcapil Malinau Lakukan Jemput Bola Langsung ke Kecamatan, Optimalkan Rekam Data dan Cetak E-KTP

Pasien lainnya yang akhirnya berpulang adalah KTM 719. Seorang pria berusia 68 tahun yang sempat berada di Samarinda selama dua bulan. Dirawat di rumah sakit swasta di Samarinda namun saat dilakukan rapid test, hasilnya negatif. “Pasien memang sudah ada penyakit penyerta, berupa pembengkakan jantung, asam urat dan diabetes. Hasil swab tanggal 8 Oktober menyatakan positif dan meninggal tadi malam,” kata Bahrani.

Sementara dari 52 pasien yang dinyatakan positif, sebagian besar berasal dari kontak erat pasien yang sudah lebih dulu dinyatakan positif. Terutama dari kluster keluarga, yang umumnya saling menularkan dalam satu rumah. Mereka umumnya tidak bergejala sehingga tidak dirawat di rumah sakit.

“Pasien terkonfirmasi positif covid-19 yang masih belum sembuh ada 251 orang. Namun, sebagian besar hanya disarankan untuk isolasi mandiri. Karena tidak bergejala. Kalaupun bergejala, hanya gejala ringan,” ujar Bahrani.

Melihat semakin banyaknya kluster keluarga, Bahrani mengimbau, warga yang baru saja bepergian agar langsung melakukan isolasi mandiri lebih dulu. Sebelum berbaur dengan keluarga. Karena pelaku perjalanan tidak tahu apakah dia terpapar atau tidak. Karena bisa jadi kondisinya baik-baik saja, ternyata pembawa.

(*)

Editor: Junisah
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved