Breaking News:

Pilkada Malinau

Ketua KPU Malinau Lasinias Sebut Ada 1.272 Pemilih Pemula di Kabupaten Malinau

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malinau, Lasinias mengatakan ada 1.272 pemilih pemula

Penulis: Febrianus Felis | Editor: Junisah
TribunKaltara.com / Mohammad Supri
Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Malinau, Lasinias. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malinau, Lasinias mengatakan ada 1.272 pemilih pemula dari total 50.682 Daftar Pemilih Tetap (DPT) di Malinau.

Dari seluruh jumlah DPT, 1.272 merupakan pemilih pemula yang baru akan menggunakan hak pilihnya pada tahun 2020.

"Jumlah pemilih pemula ada 1.272, mereka baru akan menggunakan hak pilihnya tahun ini," ujarnya, Senin (19/10/2020).

Data tersebut didapatkan KPU Malinau setelah melakukan pencocokan dan penelitian (Coklit) data oleh Petugas Pemutakhiran Daftar Pemilih (PPDP).

Penerapan Pembayaran Parkir Non Tunai Dilakukan 21 Oktober, Begini Respon Warga Tarakan

Capolista Liga Italia, AC Milan Kirim Sinyal Bahaya ke Juventus Usai Pecundangi Inter Milan

Jadwal Timnas Indonesia U-19 vs Bosnia, Shin Tae-yong Mantapkan Uji Coba, Live Streaming Gratis

Menurut Lasinias, jumlah pemilih pemula tersebut merupakan hasil sinkronisasi antara Data Penduduk Potensial Pemilih Pemilihan (DP4) dan Data PPDP KPU Malinau.

"Data pemilih pemula itu kita dapatkan setelah proses Coklit oleh PPDP, mereka sudah masuk dan kita tetapkan sebagai DPT," terangnya.

Lasinias mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil berkaitan legalitas pemilih pemula tersebut.

Calon Gubernur Kaltara Zainal Arifin Paliwang Dilaporkan ke Bawaslu, Ini Masalahnya

Ini Jawaban Tim Pemenangan Zainal Arifin Paliwang, Atas Laporan Padly Warga Kaltara ke Bawaslu

Bawaslu Kaltara Beberkan Segera Laporan Padly Terhadap Cagub Kaltara Zainal Arifin Paliwang  

"KPU Malinau sudah berkoordinasi dengan Disdukcapil. Untuk pemilih yang belum berusia 17 tahun,

mereka bisa direkam. Dan saat sudah cukup umur, bisa langsung cetak KTP," jelasnya.

Legalitas pemilih pemula dijelaskan Lasinias sebagai sebuah kendala yang mungkin akan dihadapi pada saat pemungutan suara.

Utamanya bagi mereka yang menginjak usia 17 tahun dengan selisih cukup dekat dari waktu pemungutan suara.

"Kendalanya mungkin soal akses yang jauh dari kota. Kesulitannya jika mereka sudah cukup umur, tapi waktunya dekat dari hari H," ungkapnya.

Lasinias mengatakan untuk permasalahan tersebut, pihaknya masih menunggu kebijakan dari KPU RI. Ia berharap, Pemilih pemula bisa diberi kemudahan menyumbangkan hak pilihnya.

(*)

(Tribunkaltara.com / Mohammad Supri)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved