Breaking News:

Kepala KPwBI Kaltara Yufrizal Sebut Bahan Makanan Jadi Komoditas yang Alami Infllasi Selama Covid-19

Covid-19 sangat mempengaruhi inflasi dari suatu daerah karena adanya pelemahan baik dari sisi demand dan supply

Penulis: Risnawati | Editor: Junisah
TRIBUNKALTARA.COM/HO BI KALTARA
KPwBI Kaltara gelar webinar series 4.0 jilid V bertajuk “Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan” secara daring. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN- Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Kalimantan Utara (KPwBI Kaltara) kembali menyelenggarakan Webinar Series 4.0 Jilid V bertajuk “Kerjasama Antar Daerah (KAD) untuk Meningkatkan Ketahanan Pangan”.

Kegiatan Webinar Series 4.0 yang diselenggarakan secara virtual pada Selasa (20/10/2020) kemarin, merupakan sarana dialog yang difasilitasi oleh KPwBI Kaltara untuk membahas isu-isu strategis terkini secara komprehensif dengan melibatkan pakar dibidangnya, antara lain isu perekonomian, pengendalian inflasi, digitalisasi, pengembangan UMKM, dan lain sebagainya.

Sebelum Jilid V, sepanjang tahun 2020, telah diselenggarakan Webinar Series 4.0 Jilid I hingga Jilid IV pada 16, 23, 25 Juni, dan 14 Juli 2020, bertajuk Momentum Recovery Perekonomian Kalimantan Utara, QRIS Sebagai Kanal Pembayaran di Tengah Pandemi Covid-19 dan Era New Normal, Digitalisasi UMKM : Tetap Cuan di Tengah Ujian, dan Akselerasi Ekonomi dan Pengelolaan Keuangan di Tengah Pandemi.

Yufrizal menjelaskan bahwa pandemi Covid-19 memberikan ketidakpastian dalam kehidupan sehari-hari, pemburukan kinerja pada banyak lapangan usaha, dan menurunnya konsumsi rumah tangga.

Covid-19 juga sangat mempengaruhi inflasi dari suatu daerah karena adanya pelemahan baik dari sisi demand dan supply.

"Di masa pandemi, pangan atau bahan makanan seperti bawang putih, telur ayam, dan beras merupakan komoditas yang sering mengalami inflasi, yang disebabkan karena supply yang tersedia lebih sedikit jika dibandingkan dengan demand yang dari masyarakat," ujar Yufrizal, Rabu (21/10/20).

Oleh sebab itu, Yufrizal menegaskan bahwa Kerja Sama Antar Daerah (KAD) yang baik adalah mandatory dalam menyikapi fenomena ini.

“Melalui KAD diharapkan ketahanan pangan daerah dapat meningkat dan mendorong tingkat konsumsi rumah tangga dengan tetap menjaga tingkat inflasi rendah dan stabil," katanya.

Diketahui, acara ini dihadiri oleh 3 orang Narasumber yaitu Kepala Bidang Distribusi Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI, Inti Pertiwi Nashwari, Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Manajemen IPB, Prof Muhammad Firdaus, serta Direktur Utama PT Food Station Tjipinang Jaya, Arief Prasetyo Adi.

Webinar ini mendapat antusiasme yang tinggi dari para peserta yang mencapai angka 248 peserta, terdiri dari Forkopimda Provinsi Kalimantan Utara dan juga Kabupaten/Kota se-Kalimantan Utara, stakeholder KPwBI Provinsi Kalimantan Utara, TPID dan BUMD seluruh Kaltara, akademisi, pengusaha, asosiasi, dan mahasiswa hingga masyarakat umum.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved