Breaking News:

Bocah di Nunukan Puluhan Kali Masuk Kurungan Polsek, Kadinsos Rencana Libatkan Pesantren, Namun Ini

Bocah di Nunukan puluhan kali masuk kurungan Polsek, Kadinsos rencana libatkan pesantren, namun ini.

TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Bocah 11 tahun kerap keluar masuk ke sel tahanan Polsek Nunukan. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Bocah di Nunukan puluhan kali masuk kurungan Polsek, Kadinsos rencana libatkan pesantren, namun ini.

Bocah 11 tahun nekat melakukan aksi pencurian puluhan kali di Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara).

Bahkan kepolisian dari Sektor Nunukan, Kalimantan Utara ( Kaltara) dibuat kewalahan akibat laporan warga atas aksi pencurian yang dilakukan bocah tersebut.

Baca juga: Ada Klaster Kampanye di Tarakan, KPU Kaltara Minta Paslon Jadi Teladan Penerapan Protokol Kesehatan

Baca juga: Debut Industri Batik di Desa Putat Kabupaten Malinau, Ibu-ibu dibekali Keterampilan Membatik

Baca juga: BREAKING NEWS Muncul Klaster Pilkada di Tarakan Hari Ini, Satgas Covid-19 Minta Warga Waspada

Dari pengakuan Kanit Reskrim Polsek Nunukan, Ipda Triyono, bocah tersebut puluhan kali masuk kurungan Polsek Nunukan.

Kepala Dinas Sosial (Kadinsos), Jabbar mengatakan, pihaknya sudah melakukan upaya rehabilitasi terhadap A, di Bambu Apus, Jakarta
Desember 2019.

Sebelum berangkat, Pediatri Sosial (Pedsos) Dinsos Nunukan sudah lakukan komunikasi dengan institusi Kementerian Agama (Kemenag), akan memasukannya ke sebuah pesantren setelah proses rehabilitasi selesai.

Namun, belum sampai 6 bulan sebagaimana waktu standar bagi proses rehabilitasi umumnya, pihak Bambu Apus lebih dahulu memulangkannya, dengan alasan tidak sanggup membina sang bocah yang dikatakan memiliki kenakalan di luar nalar.

"Dari sekian banyak kasus anak yang kami tangani, baru ini yang terasa sangat sulit. Sebelum berangkat saya sudah sempat ngobrol, untuk baik-baik di sana, ikuti semua perintah pembimbing. Bulan pertama sudah pakai seragam sekolah, lega saya lihat, tapi masuk bulan ke dua dan seterusnya saya dapat laporan kenakalannya dari pegawai Bambu Apus," kata Jabbar kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di ruangannya, Selasa (24/11/2020), pukul 14.00 Wita.

Menurut Jabbar, pihaknya mendapat laporan 21 pelanggaran selama tiga bulan sebelas hari di Bambu Apus, bahkan panti itu nyaris terbakar, lantaran ulahnya yang tidak disangka.

"Nyaris terbakar panti itu akibat ulahnya. Padahal bimbingan di sana setau saya cukup ketat, anak-anak dibina dari olahraga senam, dan diajar ngaji. Bahkan anak ini sempat bilang ke tutorialnya, kalau dia bukan muslim, karena tidak sanggup mengikuti proses ngaji. Pengasuh di sana khawatirkan kalau berpengaruh pada anak-anak lain. Sepeda pembina diambil, bahkan curi uang pegawai di sana sampai Rp 450 ribu," ucap Jabbar.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved