Breaking News:

Perkembangan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Nilai transaksi BI-RTGS Alami Kenaikan

Perkembangan sistem pembayaran Bank Indonesia, nilai transaksi BI-RTGS Aalami kenaikan

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
(HO/Humas Pemkot Tarakan)
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Kalimantan Utara, Yufrizal saat bersama Wali Kota Tarakan, dr Khairul. (HO/Humas Pemkot Tarakan) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Pelaksanaan Sistem Pembayaran Bank Indonesia ( SPBI ) melalui layanan Bank Indonesia Real Time Gross Settlement ( BI-RTGS ) dan Sistem Kliring Nasional Bank Indonesia (SKNBI) yang diselenggarakan oleh Kantor Perwakilan Bank Indonesia ( KPwBI ) Provinsi Kalimantan Utara ( Kaltara ) sepanjang Oktober 2020 telah berlangsung dengan efisien, aman, andal dan lancar.

Kepala KPwBI Kaltara, Yufrizal mengatakan, hal tersebut tercermin dari tingkat ketersediaan sistem yang mencapai 100 persen dan tidak terdapat unsettled transaction.

Dia menambahkan, nilai transaksi BI-RTGS pada Oktober 2020 sebesar Rp 523,34 miliar.

Baca juga: KPwBI Kaltara Gelar Sharing Session TPID se-Kaltara, Hadirkan Narasumber Berkompeten dari Kaltim

Baca juga: Giat Pengembangan UMKM Berorientasi Ekspor, KPwBI Kaltara Beri Bantuan Kepada Apekimal Malinau

Baca juga: Adakan Pelatihan Uji Mutu Kopi Sesuai SNI, KPwBI Kaltara Giatkan Pengembangan UMKM Orientasi Ekspor

"Ini mengalami kenaikan nilai sebesar 6,2 persen," ujarnya, Senin (7/12/20).

Sedangkan volume tercatat sebanyak 587 transaksi atau mengalami penurunan volume sebesar 12,4 persen dibandingkan transaksi pada September 2020 (mtm).

Di samping itu, nilai transaksi transfer dana SKNBI pada bulan Oktober 2020 tercatat sebesar Rp 431,99 miliar atau turun sebesar 6,2 persen.

Sementara volume transaksi tercatat sebanyak 11.243 transaksi atau turun sebesar 10,6 persen dibandingkan transaksi pada bulan September 2020 (mtm).

Pada bulan Oktober 2020, terdapat penurunan transaksi nominal melalui SKNBI di tengah kenaikan RTGS (mtm).

Kondisi peningkatan RTGS ini didorong terdapat peningkatan realisasi dana desa dan belanja dari Pemerintah.

Baca juga: KPwBI Kaltara Jelaskan Penyebab Deflasi di Tarakan pada Oktober 2020, Tanjung Selor Inflasi

Baca juga: Gandeng KPwBI Kaltara dan BPD Kaltara, Dishub Tarakan Terapkan Aplikasi Pembayaran Parkir Non Tunai

Baca juga: Kepala KPwBI Kaltara Yufrizal Sebut Pertumbuhan Ekonomi Kaltara Triwulan III 2020 Alami Perbaikan

Antara lain bantuan sosial, realokasi dana Covid-19, dan lainnya sehingga mengalami peningkatan dibandingkan bulan sebelumnya.

"Hingga 27 Oktober 2020 sudah terdapat 9.617 merchant QRIS di Kaltara," sebutnya.

Jumlah ini meningkat 275 merchant atau 2,9 persen (mtm) dari posisi 30 September 2020.

Apabila dibandingkan dengan akhir tahun lalu, jumlah NMR di wilayah Kaltara meningkat 8.442 merchant atau 718 persen (ytd). (*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved