Pilkada 2020

Belasan Tahun Tak DIperhatikan Pemerintah, Warga 1 Desa di Sultra Golput di Pilkada Serentak 2020

Belasan tahun tak diperhatikan pemerintah, warga 1 desa di Sultra golput di Pilkada serentak 2020.

KOMPAS.COM/KIKI ANDI PATI
Kades dan perangkat serta belasan warga Desa Matabondu, kabupaten Konawe Selatan, Sultra mengembalikanan surat pemberitahuan memilih pada Pilkada 2020 di wilayah itu ke kantor KPU Provinsi Sultra. 

TRIBUNKALTARA.COM - Belasan tahun tak diperhatikan pemerintah, warga 1 desa di Sultra golput di Pilkada serentak 2020.

Merasa tidak diperhatikan selama belasan tahun 250 warga di Desa Matabondu, Kecamatan Laonti, Kabupaten Konawe Selatan ( Konsel), Sulawesi Tenggara ( Sultra), memutuskan untuk menjadi golput atau tak menggunakan hak pilihnya pada Pilkada Serentak 2020.

Kabar ini sontak mengheboh jagat maya.

Lebih tidak diterima oleh warga desa, bahwa desa tersebut telah tercatat hingga di pemerintah pusat.

Namun, tetap saja, dana desa yang dijanjikan oleh pemerintah tidak juga turun.

Semua warga di satu desa ini memilih untuk tidak memberikan hak suaranya pada Pilkada serentak 2020.

Penyebabnya karena persoalan uang yang tak pernah sampai ke desa.

Hal itu dilakukan sebagai bentuk protes.

Pasalnya, selama 12 tahun mereka merasa tak diperhatikan oleh pemerintah.

Baca juga: Bawaslu Samarinda Terima Laporan Dugaan Pelanggaran Pilkada, Berikut Penjelasannya

Baca juga: Pilkada Bontang 2020 Dianggap Aman, Satu Pleton BKO Brimob Polda Kaltim Dipulangkan

Baca juga: KPU Jamin 375 Kotak Suara Pilkada Bontang di 3 Kecamatan Aman, Hari Ini Gelar Rekapitulasi Suara

Baca juga: Angka Partisipasi Pemilih Terancam Menyusut, KPU Bontang Optimistis Lampaui Pemilih di Pilkada 2015

Sebab, selama belasan tahun itu mereka tidak menerima alokasi dana desa dari pemerintah.

Padahal, secara administrasi Desa Matabondu sudah tercatat sebagai desa di Kementerian Desa (Kemendes).

"Makanya, pilkada ini kami memilih golput dengan mengembalikan surat ini. Percuma menyalurkan suara kita, tapi suara kita tidak pernah didengarkan," kata Kepala Desa Matabondu, Ahmad, saat dihubungi, Kamis (10/12/2020).

"Dana desa tidak pernah kita nikmati sejak 2007. Dana desa itu kami tahu selalu cair dari pusat, tapi tidak pernah sampai ke kami," sambungnya.

Semua surat pemberitahuan memilih atau C6-KWK yang diberikan kepada warga di desa tersebut dikembalikan kepada KPU pada Selasa (8/12/2020).

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved