Breaking News:

Jembatan Selumit Pantai-Karang Rejo Kota Tarakan Roboh, Fandariansyah: Masih Pemasangan Digesting

Jembatan Selumit Pantai-Karang Rejo Kota Tarakan roboh, Fandariansyah: Masih pemasangan digesting.

Penulis: Risnawati | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kota Tarakan, Fandariansyah. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Jembatan Selumit Pantai-Karang Rejo Kota Tarakan roboh, Fandariansyah: Masih pemasangan digesting.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang atau PUTR Kota Tarakan, Fandariansyah mengatakan jembatan penghubung Kelurahan Selumit Pantai dan Kelurahan Karang Rejo yang roboh masih dalam tahap pemasangan digesting.

Diketahui, jembatan tersebut masih dalam tahap pembangunan sebelum akhirnya roboh.

Baca juga: Walikota Surabaya Dikabarkan Gantikan Juliari Batubara Jadi Mensos, Ini Daftar Harta Kekayaan Risma

Baca juga: Prediksi Liverpool vs Tottenham Big Match Liga Inggris, Skuad Jose Mourinho Bisa Mengejutkan

Baca juga: Dilakukan Berjenjang, Hasil Rekapitulasi Pilgub Kaltara Zainal-Yansen Unggul di Kabupaten Malinau

"Memang di sana (jembatan) itu belum dicor, masih pemasangan digesting. Digesting itu belum sempurna belum pengecoran," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (16/12/20)

Dia sampaikan, bisa jadi ada salah satu sisi jembatan yang lepas sehingga bangunan tengah jembatan terturun.

"Bukan roboh itu, cuma digestingnya belum tuntas. Jadi kalau digesting itu kan saling ikat mengikat, kalau ikatannya belum kuat, bisa terturun bangunannya," ungkapnya

Dia menambahkan pembangunan jebatan penghubung dua kelurahan itu, masih terus berjalan, dan masih dalam tahap perbaikan.

Baca juga: Menang di Pilkada Nunukan, Ternyata Segini Total Harta Kekayaan Pasangan Asmin Laura-Hanafiah

Baca juga: Ketua DPD Partai Gerindra Ibnu Saud: Ziyap Harus Buktikan Harapan Masyarakat Kaltara tak Sia-sia

Baca juga: Prediksi Juventus vs Atalanta di Liga Italia, Cristiano Ronaldo dkk Dapat Tugas Khusus dari Pirlo

"Minimal sampai masa betonnya keras, itu minimal 21 hari minimal, paling tidak satu bulan ya," sebutnya.

Fanda meminta pengertian warga untuk tidak berlalu lalang dengan perahu mereka melewati tengah jembatan tersebut, sehingga pengerjaan jembatan dapat terselesaikan dengan baik.

"Yang jelas masyarakat saling berkolaborasi lah, jangan sampai nanti minta bisa lewat perahunya. Konstruksi kita itu tidak aman, konstruksinya itu di tengah-tengah, harus ada tiang. Ternyata dikosongkan supaya bisa lewat perahu, ya runtuh lah bangunannya," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved