Breaking News:

Virus Corona Malinau

Pasien Covid-19 Rentan Alami Gangguan Kejiwaan, TP KJM Malinau Harap bisa Wadahi Kesehatan Mental

Pasien Covid-19 rentan alami gangguan kejiwaan, TP KJM Malinau harap bisa wadahi kesehatan mental.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Pengelola Staf Kesehatan Jiwa Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Dinkes Kaltara), Sitti Jumeriah. (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pasien Covid-19 rentan alami gangguan kejiwaan, TP KJM Malinau harap bisa wadahi kesehatan mental.

Dampak Covid-19 tidak hanya mempengaruhi kesehatan tubuh penderitanya, namun juga kondisi kesehatan jiwa pasien.

Pengaruh kesehatan jiwa dan mental penderita Covid-19 dapat berdampak dari pengaruh sosial, ekonomi maupun lingkungannya.

Baca juga: Peran Ibu di Masa Pandemi Covid-19, Fanny Sumajouw: Pendamping Psikologis Terpenting Suami & Anak

Baca juga: Peluang Jenderal Bintang 2 Masuk Bursa Kapolri Tertutup, Siapa Suksesor Idham Azis Menurut IPW ?

Baca juga: Peringati Hari Ibu, Psikolog Tarakan Fanny Sumajouw: Perempuan Pencipta Tiang & Ketahanan Keluarga

Hal tersebut diungkapkan Pengelola Staf Kesehatan Jiwa Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kalimantan Utara (Dinkes Kaltara), Sitti Jumeriah.

"Ada beberapa faktor yang mempengaruhi kesehatan jiwa pasien Covid-19, bisa saja karena dari dampak tekanan sosialnya, lingkungan atau bahkan dari pribadi pasien," ungkapnya kepada TribunKaltara.com, Rabu (23/12/2020).

Kesehatan mental pasien Covid-19, juga sangat berpengaruh terhadap tingkat kesembuhannya.

Kondisi mental yang stabil akan meningkatkan imunitas tubuh untuk melawan virus corona yang menjangkiti penderita.

Menurut perempuan yang akrab disapa Jume tersebut, dalam ilmu psikologi, ada indikator dalam menilai penyebab terjadinya gangguan kejiwaan pada seseorang.

"Jika dikatakan mereka (pasien Covid-19) sensitif dengan perlakuan masyarakat terhadapnya bisa iya bisa juga tidak. Kita punya metode untuk mengukur itu," ujarnya.

Kendati demikian, Jume mengatakan hampir di seluruh dunia, pasien Covid-19 dinyatakan rentan terhadap gangguan kejiwaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved