Breaking News:

Taktik Licik Penipu Asal Jakarta Terbongkar Polda Bali, Mengaku Jenderal Polri, Minta Rp 500 Ribu

Jajaran Polda Bali berhasil membongkar taktik licik pria asal Jakarta, Mengaku Jenderal Polri, hingga tipu korban Rp 500 Ribu.

Kolase TribunKaltara.com
ILUSTRASI - Taktik Licik Penipu Asal Jakarta Terbongkar Polda Bali, Mengaku Jenderal Polri, Minta Rp 500 Ribu (Kolase TribunKaltara.com) 

Saat itu, AK bertemu dengan Made Lila (59), asal Lingkungan Banjar Taman, Sanur, Denpasar, Bali.

"AK mengaku punya simpanan uang Rp. 25 miliar di bank, hasil jual tanah warisan di Jawa," ujar Dandenpom di Madenpom IX-3/Denpasar.

Baca juga: Berkode 555, 201 Kg Sabu Diduga Danai Teroris Disita, Polisi Bongkar Sindikat Narkoba Timur Tengah

AK melancarkan aksinya dengan mengaku ada urusan mendesak kepada Made Lila.

AK meminjam uang Rp. 10 juta ditambah Rp. 4 juta dari Bu Jero, istri Made Lila.

"Karena berjanji akan mengembalikan dua kali lipat, Made Lila dan istrinya pun rela menjual sepeda motor, handphone, dan perhiasan emas," ujar Mayor Yudhi.

Selang beberapa hari, AK kembali melancarkan aksi penipuan terhadap Made Dani sebesar Rp. 4 juta, Nyoman Mudita Rp. 400 ribu, dan Kadek Mahendra Rp. 850 ribu.

"Kepada ketiga orang yang merupakan famili Made Lila tersebut, dengan modus operandi yang sama AK juga berjanji akan mengembalikan dua kali lipat nilai pinjaman," terangnya.

Kemudian pada Minggu (20/12/2020) lalu, AK menemui dan meminjam uang kepada Wayan Adi Sugiantara Rp. 10 juta, Kadek Sri Handayani Rp. 3 juta, dan Teguh Kartika Rp. 3 juta.

Kepada para korban penipuan ini, AK selalu berjanji akan mengembalikan dua kali lipat nilai uang pinjaman tersebut.

Namun para “korban” ini mulai curiga dengan gaya hidup AK yang suka berpesta pora, tetapi selalu berkelit saat diminta untuk mengembalikan pinjamannya.

Setelah berembug akhirnya Teguh Kartika, Kadek Mahendra, Wayan Adi Sugiantara, dan Kadek Sri Handayani berinisiatif mendatangi Madenpom IX-3/Denpasar, Selasa (22/12/2020) malam, guna mengetahui kejelasan identitas AK.

"Setelah mendapat jawaban dari petugas piket Denpom IX-3/Denpasar, bahwa AK bukan anggota intelijen PM, maka segera disusun rencana kilat untuk menangkap AK," katanya.

Saat didatangi di tempat kosnya di Jalan Tukad Anyar I, Desa Sanur Kauh, AK kedapatan tengah berkencan dengan cewek panggilan.

"Saat diinterogasi petugas, AK mengakui semua perbutannya dan bukan anggota TNI. Karena pelaku sebagai warga sipil kemudian permasalahan ini diserahkan ke Polsek Denpasar Selatan," pungkas Mayor Yudhi.

(*)

Artikel ini telah tayang di tribun-bali.com dengan judul Tipu Korban Berkali-kali, Modus Pria Ini Sebagai Pejabat Mabes Berpangkat Jenderal, https://bali.tribunnews.com/2020/12/26/tipu-korban-berkali-kali-modus-pria-ini-sebagai-pejabat-mabes-berpangkat-jenderal?page=all&_ga=2.67982489.961161070.1608982679-amp-fVgBA6SWbTZvfocdH8cc-A.
Penulis: Firizqi Irwan
Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved