Breaking News:

Virus Corona Tarakan

Soal Keamanan Vaksin Covid-19, Ketua IDI Kaltara dr Franky Sientoro: Masyarakat tak Perlu Takut

Soal keamanan vaksin Covid-19, Ketua IDI Kaltara dr Franky Sientoro: Masyarakat tak perlu takut.

TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI
Ilustrasi gambar vaksin Covid-19/ swab antigen massal oleh Dinas Kesehatan Kota Tarakan kepada beberapa karyawan Cafe yang ada di Kota Tarakan ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Soal keamanan vaksin Covid-19, Ketua IDI Kaltara dr Franky Sientoro: Masyarakat tak perlu takut.

Perihal keamanan vaksin Covid-19, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Provinsi Kalimantan Utara, dr Franky Sientoro mengatakan dapat dijamin.

Karena semua melalui tahap penelitian, tahap uji coba, maupun tahap halal dan non halal.

Baca juga: Kapolres Malinau AKBP Agus Nugraha Beber Rencana Lanjutan Terobosan Program Binmas 2021

Baca juga: UPDATE Tambah 115 Kasus Baru, Akumulasi Positif Covid-19 Di Kaltara Capai 3.993 Orang, 60 Meninggal

Baca juga: Jadi Tersangka, Gisel Diperiksa di Polda Metro Jaya Besok, Janda Gading Marten Akan Temui Orang Ini

"Jadi masyarakat tidak perlu takut ataupun khawatir masalah ini. Jadi tetap aman lah," ujarnya, Minggu (3/1/21)

Selain itu, dia menjelaskan, vaksin itu memberikan antibodi, artinya antibodinyang terbentuk adalah jenis antibodi yang hormonal, sehingga kekebalannya spesifik terhadap Covid-19.

Walaupun dari beberapa penelitian adanya mutasi baru, antibodinya kata dia, kemungkinan masih bisa melawan mutasi baru.

"Jadi tiap-tiap orang yang sudah disuntik punya kekebalan terhadap yang divaksinkan tadi.

Telaah ilmiah kita, bahwa kemungkinan vaksin yang sudah ada, mudah-mudahan bisa memproteksi mutasi," ucapnya.

Dia menambahkan, pada dasarnya vaksin Covid-19 itu aman, namun di Indonesia yang diuji coba hanya pada usia 18 sampai dengan 59 tahun.

Tetapi dari beberapa data yang dilakukan di luar negeri, diuji coba pada usia 4 bulan sampai dengan usia 90 tahun.

"Dan hasil penelitian, mereka membuktikan bahwa vaksin itu relatif aman," terangnya.

Terkait pelaksanaannya, dia menuturkan vaksin disuntikkan kepada masyarakat minimal 2 kali.

"Kalau saya memprediksi mungkin 3 kali, tapi minimal 2 kali suntik. Misal disuntik hari ini, 4 minggu kemudian disuntik lagi," tuturnya.

Anti Vaksin

Terkait kelompok anti vaksin, dr Franky mengatakan, ada beberapa masyarakat yang anti vaksin berpandangan bahwa tahap penelitian vaksin belum selesai.

"Dari mana mereka mendapat bukti bahwa penelitian tersebut belum selesai, apakah mereka punya kemampuan ilmunya, atau kemampuan yang bisa membuktikan bahwa proses ilmiahnya itu belum selesai," tanyanya

"Yang namanya produk, apalagi produk ilmiah, itu pasti ada tahapannya. Itu bukan hanya terjadi di Indonesia saja, kelompok anti vaksin seperti itu juga ada di luar negeri," ungkapnya.

Baca juga: Libur Tahun Baru, Warga Tarakan Minta Masyarakat Tak Buang Sampah Sembarangan di Pantai Binalatung

Baca juga: Libur Tahun Baru 2021, Pantai Binalatung Tarakan Alami Penurunan Pengunjung

Baca juga: Personel Batalyon Arhanud 16 Sula Buana Cakti Tiba di Nunukan, Asmin Laura Langsung Berikan 7 Tugas

Anti vaksin ini kata dia, tidak hanya pada vaksin Covid-19, namun juga vaksin-vaksin yang sudah sejak dulu sampai sekarang dilakukan, itu sangat gencar sekali dilakukan provokasi oleh kelompok anti vaksin.

"Kelompok anti vaksin itu sudah lama, bukan hanya sekarang ini mereka terbentuk," sebutnya.

"Meski begitu kita jalan terus, karena terbukti dan berhasil kita memberantas dan mengurangi kasus kejadian inveksi dengan cara vaksinasi," tutupnya.

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved