Breaking News:

Virus Corona Tarakan

Permintaan Darah di PMI Tarakan Menurun Selama Pandemi Covid-19, Produksi 700 Kantong Per Bulan

Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Tarakan, dr Edy Samudro mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 permintaan darah oleh rumah sakit menurun.

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI
Markas Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Kepala Unit Donor Darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tarakan, dr Edy Samudro mengatakan, selama masa pandemi Covid-19 permintaan darah oleh rumah sakit menurun.

Meski begitu, stok darah di PMI Kota Tarakan masih tercukupi.

"Kalau permintaan itu turun, maka otomatis kita cari darah juga menurun. Tapi secara operasional, kami siap melaksanakan berapapun darah yang dibutuhkan oleh rumah sakit," ujar Edy Samudro kepada TribunKaltara.com, Kamis (7/1/20).

Baca juga: Kepala KSOP Tarakan Hermawan Sebut Jumlah Penumpang Alami Penurunan Sepanjang 2020, Ini Penyebabnya

Baca juga: Sepanjang 2020 Penerimaan Bea Masuk dan Keluar Bea Cukai Tarakan Lebihi Target, Capai 130,95 Persen

Baca juga: DPK Kalimantan Utara Tumbuh Positif 10,57 Persen di 2020, Tarakan Terkontraksi -0,62 Persen

Dibandingkan 2019, kata dia penurunan jumlah permintaan di 2020 turun sebesar 30 persen.

Sementara itu dia mengungkapkan, permintaan darah yang terbanyak adalah darah O. Sedangkan permintaan yang paling sedikit adalah darah AB.

"Ada Covid-19 atau ndak ada Covid-19 sama saja, yang paling banyak diminta itu darah O," ungkapnya.

Terkait pendonor, lanjut dia, selama ini biasa-biasa saja. Pada prinsipnya penurunan itu bukan disebabkan menurunnya pendonor tapi menurunnya permintaan.

Baca juga: Tarakan Catat 102 Pasien Baru, Akumulasi Positif Covid-19 di Kaltara Sentuh Angka 4.453 Kasus

Baca juga: Aktivitas dan Atribut FPI Dilarang, Simpatisan Rizieq Shihab di Tarakan Ngaku Tidak Mau Pusing

Baca juga: Dampingi Baznas Tarakan, Babinsa Bantu Salurkan Sembako Bagi Warga yang Melakukan Isolasi Mandiri

"Bukan produksi kita yang menurun ya. Tapi karena permintaan dari rumah sakit," lanjutnya.

Diketahui, selama pandemi Covid-19, jumlah produksi darah di PMI Kota Tarakan rata-rata sebanyak 700 kantong.

"Untuk produksi sebelum Covid-19 itu rata-rata 1000 kantong per bulan. Untuk saat ini rata-rata 700 kantong per bulan," tuturnya.

(*)

( TribunKaltara.com / Risnawati )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved