Virus Corona

Beraninya Anak Buah Megawati di PDIP Tolak Vaksin Corona, Ngaku Rela Jual Mobil Demi Bayar Sanksi

Beraninya anak buah Megawati di PDIP tolak vaksin corona, ngaku rela jual mobil demi bayar sanksi.

Editor: Amiruddin
Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews
Beraninya anak buah Megawati di PDIP tolak vaksin corona, ngaku rela jual mobil demi bayar sanksi. (Kolase TribunKaltara.com / Tribunnews) 

TRIBUNKALTARA.COM - Beraninya anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP tolak vaksin corona, ngaku rela jual mobil demi bayar sanksi.

Hal itu disampaikan anggota Komisi IX DPR Ribka Tjiptaning.

Politisi PDIP Ribka Tjiptaning menyampaikan hal itu dalam rapat kerja Komisi IX DPR dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin, Selasa (12/1/2021).

Bahkan Ribka Tjiptaning rela menjual mobilnya demi membayar sanksi karena tidak mau divaksin.

Padahal pada Rabu besok, Presiden Joko Widodo ( Jokowi ) yang juga anak buah Megawati Soekarnoputri di PDIP, bakal menjadi orang pertama yang diberi vaksin corona.

Baca juga: Mata Najwa Rabu 13 Januari 2021 Bahas Vaksinasi, Apakah Vaksin yang Sama disuntikkan ke pejabat?

Baca juga: Sehari Jelang Jokowi Divaksin Corona, 15 Juta Dosis Asal China Tiba, Doni Munardo Ingatkan Hal Ini

Baca juga: Siapkan 244 Vaksinator Jelang Vaksinasi Serentak, Kadinkes Kaltara Usman: latih 129, Berikutnya 115

Anggota Komisi IX DPR Fraksi PDIP Ribka Tjiptaning menolak tegas divaksin Covid-19.

Menurut Ribka Tjiptaning, belum ada satu pun pihak yang dapat memastikan keamanan vaksin Covid-19 asal perusahaan Cina, Sinovac, itu.

Ribka pun rela membayar jika ada sanksi bagi para pihak yang menolak untuk divaksin.

"Kalau persoalan vaksin, saya tetap tidak mau divaksin, maupun sampai yang 63 tahun bisa divaksin."

"Saya sudah 63 nih, mau semua usia boleh tetap (saya tolak)."

"Misalnya saya hidup di DKI, semua anak cucu saya dapat sanksi Rp 5 juta mending saya bayar, saya jual mobil kek."

"Bagaimana, orang Bio Farma juga masih bilang belum uji klinis ketiga dan lain-lain," tutur Ribka Tjiptaning di ruang rapat Komisi IX DPR, Senayan, Jakarta.

Ribka lalu membandingkan vaksin Covid-19 dengan vaksin untuk penyakit lain yang sudah ada di Indonesia sebelumnya.

Dia mendesak pemerintah untuk tidak bermain-main masalah vaksin.

Halaman
1234
Sumber: Warta Kota
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved