Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Lirik Potensi Pemasaran Online di Tahun 2021, Pelaku UMKM Malinau Bantu Promosikan Produk Lokal

Selama pandemi Covid-19, produktivitas pelaku usaha kecil mikro dan menengah (UMKM) di Malinau mengalami penurunan.

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Koordinator Pelaku UMKM Malinau, Sulowati Hadi saat membagi-bagikan masker kepada pengguna jalan di perempatan jalan Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (11/1/2021). (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Selama pandemi Covid-19, produktivitas pelaku usaha kecil mikro dan menengah ( UMKM ) di Malinau mengalami penurunan.

Pembatasan pergerakan orang dan barang di masa pandemi Covid-19, membuat pelaku UMKM di Malinau berupaya mencari metode baru baik dari segi produksi maupun pemasaran produk atau jasa.

Koordinator Pelaku UMKM Kabupaten Malinau, Sulowati Hadi menerangkan pentingnya menyusun rumusan baru mengenai model produksi dan pemasaran UMKM.

Baca juga: Satpol PP dan Damkar Malinau Banjir Peminat, Pendaftar Pegawai Non PNS Tembus 700 Orang

Baca juga: Tiap Penerima Dijatah 2 Dosis Vaksin Corona, Ini Penjelasan Kadinkes P2KB Malinau John F Rundupadang

Baca juga: Waspada Krisis Pangan saat Pandemi Covid-19, Kadis Pertanian Malinau Ngaku Andalkan Beras Daerah

"Butuh penyesuaian atau langkah terobosan untuk menyikapi keadaan saat ini. Harus ada metode baru supaya UMKM tetap hidup selama pandemi," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Selasa (12/1/2021).

Sulowati Hadi menjelaskan, ada 78 pelaku UMKM yang terdaftar sebagai anggota UMKM Malinau.

Ada yang bergerak di bidang produk kerajinan tangan, kuliner, jasa hingga pemasaran produk hasil olahan produk makanan jadi.

Menurut Sulowati Hadi, rencananya dirinya dan seluruh pelaku UMKM di Malinau mulai melirik pemanfaatan media sosial dan media online untuk mendukung produktivitasnya.

"Saat ini yang paling banyak dimanfaatkan adalah media online. Pemasaran produk melalui medsos. Itu sudah kita terapkan dan efektif," katanya.

Selain itu, kata Sulowati Hadi pihaknya gencar mengampanyekan penggunaan produk-produk lokal sebagai upaya mendukung peningkatan ekonomi daerah.

Termasuk bahan mentah produk yang dipasarkan oleh Pelaku UMKM, seperti rotan dari petani lokal, bahan baku olahan makanan dari komoditas pangan daerah atau tenaga penyedia jasa di Malinau.

Baca juga: Jelang Pendaftaran Ditutup, Kantor Satpol PP & Damkar Malinau Diserbu Pelamar Pegawai Non-PNS

Baca juga: Rayakan HUT Perdana, Pelaku UMKM Malinau Bagi Ratusan Masker di Perempatan Jalan

Baca juga: GAWAT, 13 Anggota dan Staf DPRD Malinau Terkonfirmasi Positif Covid-19, Begini Kondisinya Sekarang

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved