Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Ingin Jebloskan Mensos Risma ke Penjara Imbas Blusukan, Ini Kelanjutan Laporan Gus Yasin di Polisi

Ingin jebloskan Mensos Tri Rismaharini alias Risma ke penjara karena blusukan, begini kelanjutan laporan Gus Yasin di polisi.

Twitter / @PDI_Perjuangan
Mensos Risma blusukan ke pemulung dan gelandangan. (Twitter / @PDI_Perjuangan) 

TRIBUNKALTARA.COM - Ingin jebloskan Mensos Tri Rismaharini alias Risma ke penjara karena blusukan, begini kelanjutan laporan Gus Yasin di polisi.

Sosok Gus Yasin mencuri perhatian lantaran berani berniat memenjarakan Mensos Tri Rismaharini alias Risma karena aksi blusukan ke pengemis dan gelandangan di Jakarta.

Belakangan terungkap, pria yang disapa Gus Yasin itu bernama Tjetjep Muhammad Yasen, yang merupakan Wakil Ketum Pergerakan Pengamal Khittah Nahdliyah.

Dia melaporkan Mensos Risma berkaitan dengan aksi blusukan di Jakarta ke Polda Metro Jaya, pada Senin (11/1/2021) siang.

Baca juga: Mensos Risma Dilaporkan ke Polisi, Dituding Berbohong, Settingan saat Blusukan ke Pengemis Jakarta

Aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismahariani itu dinilai settingan alias rekayasa.

Lantas bagaiamna kelanjutan laporan Gus Yasin di meja polisi ?

Sebelumnya, aksi blusukan Menteri Sosial Tri Rismahari ke sejumlah titik di wilayah DKI Jakarta mulai dari bantaran Sungai Ciliwung hingga kawasan Jalan Jenderal Sudirman hingga Jalan MH Thamrin menuai sorotan publik.

"Bu Risma" menjadi topik yang ramai diperbincangkan warganet di Twitter pada Rabu (6/1/2021). Lebih dari 14.000 orang membuat twit berkait topik tersebut.

Narasi yang muncul dalam cuitan dan balasan komentar netizen di Twitter milik Andi seolah-olah gelandangan yang ditemui Risma diatur sedemikian rupa atau direkayasa.

“Gembel ternyata bisa menjadi profesi yang menguntungkan, bisa ikut drakor tanpa casting pastinya,” tulis akun @Andhy_SP211 dengan retweet sebanyak 134 kali serta disukai 253 kali.

Baca juga: Mensos Risma Panen Kritik, Aksi Blusukan Temui Gelandangan Dianggap Settingan, Benarkah Rekayasa?

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved