Virus Corona

Mengaku Gugup dan Gemetaran, Ini Sosok dr Abdul Muthalib yang Suntik Vaksin Sinovac ke Lengan Jokowi

Mengaku gugup dan gemetaran, ini sosok Abdul Muthalib yang suntik vaksin Sinovac ke lengan Jokowi.

Editor: Amiruddin
ISTANA PRESIDEN via Kompas.com
Mengaku gugup dan gemetaran, ini sosok Abdul Muthalib yang suntik vaksin Sinovac ke lengan Jokowi. (ISTANA PRESIDEN via Kompas.com) 

Sementara itu, Kapolri Idham Azis memerintahkan seluruh anggota Polri menyaksikan vaksin pertama di Indonesia yang dilakukan Presiden Jokowi di Istana Negara.

"Pagi Ini ssaya bersama bapak Panglima TNI akan melaksanakan vaksinasi yang pertama. Saya berharap seluruh jajaran Polri dari Sabang sampai Merauke bisa menyaksikan dan tidak perlu ada keraguan," ucap Kapolri Idham Azis.

Menurut Kapolri, vaksinasi ini sebagai pesan agar masyarakat Indonesia bisa keluar dari pandemi Covid-19.

"Saya adalah orang pertama di Polri untuk melaksanakan vaksin, ini juga sebagai pesan kepada seluruh masyarakat Indonesia bahwa kita harus melaksanakan vaksinasi agar kita secepatnya keluar dari situasi pandemi corona yang sedang melanda di hampir semua negara," tutur Kapolri Idham Azis.

70 Persen Manusia di Dunia Harus Divaksin Covid-19

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menyebut, vaksinasi Covid-19 bertujuan mencapai herd immunity atau kekebalan komunal.

Oleh karena itu, masyarakat di berbagai belahan dunia harus berpartisipasi agar herd immunity tercapai dan pandemi segera berakhir.

"Seluruh 70 persen dari umat manusia di dunia harus bisa divaksinasi agar tujuan itu tercapai," kata Budi saat acara vaksinasi Covid-19 perdana di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu (13/1/2021).

Budi mengatakan, partisipasi masyarakat Indonesia dalam vaksinasi sangat menentukan tercapainya herd immunity.

Ia menyebut, vaksinasi tak hanya untuk melindungi diri sendiri, tetapi juga keluarga, tetangga, melindungi rakyat Indonesia, dan peradaban umat manusia di seluruh dunia.

Budi pun berharap, seluruh lapisan masyarakat mau mendukung program pemerintah ini.

"Semoga teman-teman saya seluruh rakyat Indonesia bisa memulai program vaksinasi ini, mendukung program vaksinasi ini, untuk membangun Indonesia dan dunia yang lebih sehat dan bebas dari pandemi Covid-19," kata Budi.

Vaksinasi Covid-19 perdana di Indonesia akan digelar pada Rabu (13/1/2021) pagi ini.

Sebagaimana janji yang telah disampaikan jauh-jauh hari sebelumnya, Presiden Joko Widodo bakal jadi orang pertama di Tanah Air yang divaksin.

"(Vaksinasi Presiden) jam 9-10," kata Kepala Sekretariat Presiden, Heru Budi Hartono, kepada Kompas.com, Selasa (12/1/2021).

Heru menyebut bahwa Jokowi akan disuntik di Istana Presiden, Jakarta.

Proses penyuntikkan akan disiarkan secara langsung melalui kanal YouTube Sekretariat Presiden sehingga dapat disaksikan masyarakat luas.

Istana pun telah menunjuk dokter kepresidenan dan Dinas Kesehatan DKI Jakarta untuk menyuntikkan vaksin ke Jokowi.

Penjelasan setelah disuntik vaksin Covid-19

Seseorang yang telah disuntikkan vaksin diminta untuk tidak langsung pulang atau meninggalkan tempat.

Lantas, mengapa seseorang tak boleh langsung pulang setelah divaksin?

Sesuai petunjuk teknis pelaksanaan vaksinasi Covid-19 dari Kementerian kesehatan, seseorang diminta menunggu 30 menit setelah vaksin.

Baca juga: Live Streaming Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Rabu 13 Januari 2021 Pukul 10.00 WIB

Baca juga: Penolak Vaksin Bakal Dipidana? Pernyataan Anak Buah Jokowi Disorot Pakar Hukum Kesehatan: Keliru

Baca juga: Detik-detik Presiden Jokowi Disuntik Vaksin Corona Sinovac, Live Streaming Tayang via YouTube

"Bagi mereka yang disuntik vaksin Covid-19, disarankan untuk menunggu di fasilitas kesehatan minimal 30 menit untuk mengantisipasi terjadinya KIPI (efek samping)," tulis penjelasan dari Kemenkominfo.

Hal tersebut, guna mengantisipasi terjadi KIPI atau efek samping yang ditimbulka setelah vaksin Covid-19.

Kemenkominfo pun memberikan keterangan mengenai beberapa gejala atau efek samping yang ditimbulkan vaksinasi covid-19.

Secara umum vaksinasi covid-19 tidak menimbulkan efek samping, namun apabila terjadi biasanya hanya beberapa reaksi ringan.

Reaksi ringan tersebut, diantaranya reaksi lokal, reaksi sistemik, dan reaksi lainnya.

Reaksi lokal:

- Rasa nyeri

- Kemerahan

- Bengkak

Reaksi sistemik:

- Demam

- Nyeri otot

- Nyeri sendi

- Badan lemas

- Sakit kepala

Reaksi lain:

- Alergi

- Urtikaria

- Anafilaksis

- Syncope (pingsan).

Adapun petugas kesehatan akan segera memberikan penanganan apabila muncul efek samping berikut ini:

- Untuk penanganan reaksi lokal, penerima vaksin diminta untuk melakukan kompres dingin dan minum paracetamol.

- Untuk penanganan reaksi sistemik, penerima vaksin disarankan untuk banyak minum, menggunakan pakaian yang nyaman dan hangat serta mengkonsumsi paracetamol.

Oleh karena itu, usai vaksinasi dilakukan penerima vaksin dianjurkan untuk menetap di lokasi sekitar 30 menit.

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Profil Prof Abdul Muthalib, Dokter yang Suntikkan Vaksin Covid-19 ke Presiden Jokowi, https://www.tribunnews.com/nasional/2021/01/13/profil-prof-abdul-muthalib-dokter-yang-suntikkan-vaksin-covid-19-ke-presiden-jokowi?page=all
Editor: Hasanudin Aco
Sumber: Tribunnews.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved