Berita Malinau Terkini

Cegah Balap Liar di Akhir Pekan, Wilayah Ini Akan Jadi Titik Pengawasan Satlantas Polres Malinau

Tahun 2021, Satuan Lalu Lintas ( Satlantas ) Polres Malinau bakal gencar mengawasi dan membina remaja yang terlibat balap liar.

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Satuan Lalu Lintas Polres Malinau melakukan pembinaan bagi remaja yang terjaring balap liar di awal tahun 2021. Sepeda Motor pelaku ditahan sementara di Mapolres Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. (TribunKaltara.com/Mohammad Supri) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Tahun 2021, Satuan Lalu Lintas ( Satlantas ) Polres Malinau bakal gencar mengawasi dan membina remaja yang terlibat balap liar.

Sepanjang tahun 2020, Polres Malinau menerapkan upaya preventif dan persuasif dalam rangka menekan angka pelanggaran lalu lintas.

Kasat Lantas Polres Malinau, Iptu Supangat mengatakan pembinaan dan sosialisasi kepada remaja terlibat balap liar menjadi satu dari sekian programnya di tahun 2021.

Baca juga: Peduli Korban Bencana Alam, Pemuda dan Asosiasi Klub Motor di Malinau Galang Donasi

Baca juga: UPDATE Positif Covid-19 di Malinau Sentuh Angka 323 Kasus, 73 Pasien Dirawat dan Isolasi Mandiri

Baca juga: Dinas Pertanian Kabupaten Malinau Bakal Evaluasi Distribusi Pupuk Subsidi di Malinau, Ini Tujuannya

"Kita upayakan langkah persuasif. Sebisa mungkin penertiban lantas tanpa tilang karena pandemi. Kemarin sudah kita terapkan, orang tuanya juga dipanggil," ujar Iptu Supangat kepada TribunKaltara.com, Minggu (17/1/2021).

Menurut Iptu Supangat, ada beberapa wilayah yang menjadi sasaran pengawasan Satlantas Polres Malinau.

Yakni sekitar wilayah kecamatan Malinau kota, Jalan Raja Pandita, Jalan Pusat Pemerintahan, Jalan di sekitar wilayah Bandara Kolonel RA Bessing Malinau dan di wilayah alun-alun dan Pro Sehat Malinau.

"Kita terus rutin patroli di wilayah rawan balap liar. Utamanya di ruas-ruas jalan lurus sepanjang Malinau Kota, di situ biasanya sore atau malam akhir pekan," ungkapnya.

Menurut Supangat, pelaku balap liar rata-rata berusia remaja, sehingga dia menilai langkah pembinaan merupakan hal yang tepat.

Tak hanya kepada pelaku, orang tuanya akan turut dipanggil. Sepeda motor yang digunakan praktik balap liar akan ditahan sebagai langkah pencegahan.

"Sepeda motornya kita tahan sementara di Polres Malinau. Kalau dia ulangi lagi, kita kenakan sanksi yang berat," kata Iptu Supangat

Baca juga: Sosok Kasat Lantas Polres Malinau Iptu Supangat, 10 Tahun Lakoni Hobinya Sebagai Penyiar Radio

Baca juga: Pendampingan Masyarakat Malinau di Sekitar Hutan, KKI Warsi Targetkan Pembinaan Secara Berkelanjutan

Baca juga: Kasus Covid-19 Kian Meningkat, Bupati Malinau Yansen TP Terapkan Isolasi Wilayah Parsial di 19 Desa

Langkah tersebut dinilai efektif sebagai edukasi kepada masyarakat terkait tertib berlalu lintas.

Peran keluarga menurutnya sangat penting mengingat aktivitas tersebut dapat mengakibatkan korban jiwa tak hanya bagi pelaku, juga kepada pengguna jalan.

"Ini upaya untuk mengurangi balap liar. Supaya mereka sadar, balap liar bisa berujung maut. Tidak cuma pelaku bahkan pengguna jalan yang lain," ucap Iptu Supangat

(*)

( TribunKaltara.com / Mohammad Supri )

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved