Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Akses Jembatan Petani Rumput Laut Putus, Warga Korban Kebakaran Rumah di Nunukan Minta Bantuan Pemda

Akses jembatan petani rumput laut putus, warga korban kebakaran rumah di Nunukan minta bantuan pemda.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Akses jembatan menuju jemuran rumput laut di Inhutani, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terputus, lantaran terbakar sepekan lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Akses jembatan petani rumput laut putus, warga korban kebakaran rumah di Nunukan minta bantuan pemda.

Akses jembatan menuju jemuran rumput laut di Inhutani, Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara) terputus, lantaran terbakar sepekan lalu.

Tak hanya itu, Ketua Asosiasi Kapal Pedalaman, Burhanuddin mengatakan, aktivitas buruh di pelabuhan penyeberangan dari Nunukan ke Sebuku, Seimanggaris dan Sebakis menjadi terganggu lantaran hanya satu akses jalan menuju dermaga.

Baca juga: Antisipasi Lakalantas, Babinsa Koramil Tarakan Utara Perbaiki Jalan Berlubang Bersama Warga

Baca juga: Ditanya Kesiapan Nikahi Amanda Manopo, Begini Reaksi Billy Syahputra

Baca juga: Rekening Diblokir, FPI Tak Tinggal Diam Demi Bantu Korban Bencana, Simpatisan Rizieq Rela Patungan

"Akses jembatan ke jemuran pembudidaya rumput laut terputus. Dan akses ke dermaga hanya satu jadi aktivitas buruh pelabuhan sedikit terganggu," kata Burhanuddin kepada TribunKaltara.com, Senin (18/01/2021), pukul 14.00 Wita.

Burhanuddin mengaku ia dan 242 korban kebakaran lainnya, hanya bisa berharap uluran tangan dari Pemerintah Daerah (Pemda), agar aktivitas pembudidaya rumput laut dan buruh pelabuhan lancar seperti sediakala.

"Rumah saya dua terbakar di situ. Semua ludes terbakar. Kami hanya bisa menunggu uluran tangan dari Pemda. Agar aktivitas kami untuk mencari nafkah kembali seperti biasa. Kalau kerja bakti kami siap saja. Tapi material yang nggak ada," ucap bapak tiga anak itu.

Sementara itu, Hasanuddin berharap kepada Pemda agar mengizinkan 56 rumah warga yang ludes dilalap si jago merah, dapat dibangun kembali oleh warga.

Dari informasi yang dihimpun, 56 bangunan rumah yang dibangun di atas air laut tersebut menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi.

"Lahan itu kan pinjam pakai. Jadi nggak ada sertifikat. Makanya saya harap Pemda bisa izinkan kami untuk bisa membangun lagi. Jangan sampai ada sudah bangunan berdiri tiba-tiba diminta bongkar," ungkapnya.

Sekadar informasi, dari 62 rumah yang terbakar, 56 diantaranya merupakan rumah warga dan 6 bangunan lainnya merupakan fasilitas umum seperti Pos Bea Cukai, Pos Polisi, Pos Dishub, dan Pos Perikanan.

Baca juga: Ditutup Sebulan Gegara Covid-19, Kuliner Pro Sehat Pelangi Intimung Malinau Kembali Dibuka Pekan Ini

Baca juga: Iseng-iseng Buat Mainan Anak, Perajut Boneka Asal Tarakan Suhartatik Mulai Bisnis Boneka Rajut

Baca juga: Viral Penemuan Bayi Perempuan di Tempat Sampah, Akhirnya Polres Bulungan Ungkap Kronologi Sebenarnya

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved