Kamis, 14 Mei 2026

Berita Daerah Terkini

Usai Diterjang Gelombang Air Laut, Begini Kondisi Manado Town Square

Gelombang setinggi 7 meter menghantam kota Manado. Pusat Perbelanjaan yang letaknya bersebelahan dengan bibir pantai mengalami sejumlah kerusakan di..

Tayang:
Penulis: Titik Wahyuningsih | Editor: Amiruddin
Capture YouTube Kompas TV
Para Karyawan ruko membersihkan sisa genangan air laut 

TRIBUNKALTARA.COM – Pasca diterjang gelombang air laut setinggi 7 meter pada Minggu (17/1/2021) sore, sejumlah pusat perniagaan di kawasan Manado Town Square mulai berbenah.

Para karyawan ruko mulai membersihkan sisa-sisa air laut yang masuk ke pusat perbelanjaan.

Gelombang yang menghantam parkiran serta lobi Manado Town Square ini mengakibatkan sebagian ruko rusak ringan.

Selain itu gelombang ini juga turut mengakibatkan timbulnya genangan dan tumpukan sampah diberbagai ruas jalan sekitar pusat perbelanjaan.

Akses jalan menuju pusat perbelanjaan ini pun telah ditutup sejak pukul 16.00-17.00 WITA oleh petugas.

Para Karyawan ruko membersihkans sisa genangan air laut
Para Karyawan ruko membersihkans sisa genangan air laut (Capture YouTube Kompas TV)

Pihak Manado Town Square akhirnya mengambil kebijakan untuk tutup lebih awal yakni 18.00 WITA dari jadwal yang seharusnya pukul 20.00 WITA.

Pihaknya juga mengimbau masyarakat yang masih berkerumun di sekitar lokasi untuk kembali pulang.

Baca juga: Ramalan Zodiak Selasa 19 Januari 2021, Virgo Penuh Dengan Ide

Baca juga: Apakah Peran Tarian saat Perjuangan? KUNCI JAWABAN Tema 6 Kelas 4 Halaman 74 75 76 77 78 79 80

Baca juga: TERKUAK Crazy Rich Surabaya Menangi Kasus 1,1 Ton Emas dari PT Antam, Gugatan Sejak Oktober 2019

Melansir dari kanal YouTube Kompas TV, Jurnalis Anastasia Lensun melaporkan meski sudah berangsur surut, BPBD kota setempat mengimbau masyarakat yang masih bertahan di lokasi untuk kembali ke rumah masing-masing.

Hal tersebut unutk mengantisipasi kemungkinan adanya gelombang susulan.

Berdasarkan pantauan BPBD hujan deras disertai angin kencang masih akan terus mengguyur kota Manado dan menurut data prakiraan cuaca, hujan deras merata di wilayah 15 Kabupaten di Sulawesi Utara.

Detik-detik Gelombang Tinggi di Manado

Simak detik-detik gelombang tinggi di hantam pesisir Manado, Sulawesi Utara, banjir air laut masuk ke pusat perbelanjaan.

Kota Manado, Sulawesi Utara diterjang bencana alam bertubi-tubi.

Setelah longsor dan banjir menyerbu Kota Manado pada Minggu (17/01/2021) pagi, giliran gelombang tinggi hingga banjir air laut menghantam kawasan pesisir.

Bahkan banjir air laut sampai masuk ke pusat perbelanjaan pada Minggu sore.

Ombak tinggi menyebabkan air laut masuk kawasan reklamasi pusat perbelanjaan Kota Manado yakni Manado Town Square ( Mantos )dan Kawasan Megamas sore hingga malam hari.

Banyak video yang beredar di media sosial Facebook dan WhatsApp memperlihatkan air laut masuk pintu pusat perbelanjaan yang berhadapan dengan laut.

Tak hanya Mantos, air laut juga masuk ke kawasan Megamas Manado.

Air laut juga masuk ke jalan dan pemukiman warga di pesisir Pantai Kota Manado baik Malalayang hingga Boulevard 2.

Beberapa Warga Basah Kuyup

Max Tamasoleng, warga Manado mengatakan ombak sudah naik sejak pukul 16.30 Wita.

"Tadinya ombak memang besar tapi masih aman. Ketika ombak sudah semakin besar dan mencapai jalan, mobil dilarang lewat di depan KFC karena air lautnya sudah sampai di McD," jelasnya.

Kejadian ini dan cuaca ekstrem beberapa hari terakhir membuat beberapa toko di Mega Mas tutup.

"Toko-toko di Kawasan tutup semua, hanya rumah makan di pinggir pantai dan sebagian toko di bagian tengah yang buka.

Tapi pertokoan yang terdampak langsung tidak berani buka," tutur Max.

Max mengatakan tadinya sebelum ombak sampai ke jalan, masih banyak warga yang nongkrong di pinggir pantai.

Bahkan masih ada 10 mobil lebih yang terparkir di pinggir pantai.

"Mobil yang terparkir tadi di atas 10 mobil. Tapi ombak bertambah besar, dari pihak Mega Mas langsung menutup jalan dari depan dan ujung jalan McD," kata Max.

Selain itu, ada Max menuturkan ada warga yang sampai basah kuyup terkena ombak.

"Tadi warga banyak yang nongkrong di pinggir pantai, malah ada beberapa orang yang basah kuyup terkena hempasan ombak," tutupnya.

Baca juga: Malam Ini Indonesian Idol Spektakuler Top 13 Senin 18 Januari 2021, Boy William Sudah Kembali?

Baca juga: Catatan Penting Inter Milan Setelah Tundukkan Juventus Tanpa Balas di Liga Italia Serie A

Baca juga: Pesan Kepala BNPB Doni Monardo Soal Potensi Gempa Susulan, Jangan Mudah Percaya

Warga Berlari Selamatkan Motor

Ivana, pekerja di Ace Hardware Mantos mengatakan jika gelombang tinggi sudah terjadi sejak sore.

Namun, para pengunjung masih banyak yang mengacukan hal tersebut.

"Semakin malam, gelombangnya kian naik. Bahkan sampai ke parkiran," ujarnya saat ditemui Tribun Manado, Minggu (17/1/2021).

Ia menambahkan gelombang yang masuk hingga ke parkiran membuat para pengunjung berlari dan menyelamatkan kendaraan mereka.

"Banyak yang lari ke parkiran dan amankan motor mereka," ungkapnya.

Dirinya membeberkan jika gelombang yang tinggi juga berhasil masuk sampai pintu Mantos.

"Ini yang bikin panik pengunjung, karena sudah banyak air di pintu masuk, jadi banyak yang keluar ke parkiran," aku dia.

Wanita 27 tahun ini mengaku jika baru kali iki melihat gelombang yang tinggi seperti ini.

"Baru kali ini ada gelombang yang masuk ke parkiran mall," tegasnya.

Sebelumnya, Minggu (17/01/2021), BMKG Sulut memberi peringatan dini akan terjadi gelombang tinggi terutama pada 18 Januari pukul 08.00 Wita hingga 19 Januari pukul 08.00 Wita

BMKG menyebut gelombang tinggi 1,25 – 2,5 M akan terjadi di Perairan Utara Sulut, Perairan Kep. Sitaro, Perairan Bitung & Likupang, Laut Maluku dan Laut Sulawesi

Sedangkan Gelombang 2,5 - 4,0 M akan terjadi diLaut Sulawesi bagian Timur, Perairan Kepulauan Sangihe, Perairan Kepulauan Talaud, Sebelah Barat Perairan Kepulauan Sitaro dan Laut Maluku bagian Utara.

Cuaca ekstrem juga terjadi sejak Sabtu (16/01/2021), hujan deras dan angin kencang terjadi sepanjang hari menyebabkan banjir dan longsor di Kota Manado.

Ratusan warga mengungsi dan 6 orang meninggal tertimbun longsor pada Sabtu kemarin.

( * )

( TribunKaltara.com / Titik Wahyuningsih )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved