Breaking News:

Virus Corona Tarakan

Bantah Ada Penyiraman dan Penganiayaan Pasien Covid-19, RSUD Tarakan Serahkan Rekaman CCTV ke Polisi

Terkait penyiraman dan penganiayaan terhadap salah satu pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, RSUD Tarakan memberikan bantahan.

TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI
Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD), Tarakan dr Muhammad Hasbi Hasyim. ( TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Terkait penyiraman dan penganiayaan terhadap salah satu pasien Covid-19 yang dinyatakan meninggal dunia, Direktur Utama Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Tarakan dr Muhammad Hasbi Hasyim tak benarkan hal tersebut.

Diketahui, RSUD Tarakan telah memenuhi panggilan Polres Tarakan atas laporan dari salah satu keluarga pasien Covid-19 yang dilayangkan pada Jumat (15/1/21) lalu.

Pihaknya mengirim Kabid Medis, dan anggota komite etik dan hukum untuk menjalani pemeriksaan di Polres Tarakan.

Baca juga: Banjir Rendam Ribuan Rumah di Kalimantan Selatan, Dharma Pertiwi Cabang Tarakan Salurkan Bantuan

Baca juga: Keladi Liliput Mutiara Jajaki Pasar Surabaya, 250 Batang Diperiksa BKP Tarakan

Baca juga: UPDATE Tambah 40, Kasus Positif Covid-19 Kaltara Capai 5.671, 1 Pasien Meninggal Dunia di Tarakan

"Isi surat dari Polres Tarakan meminta adakah SOP di dalam ruangan isolasi Covid-19 itu," ujarnya Selasa (19/1/21)

Bahkan pihak RSUD Tarakan juga telah menyerahkan rekaman CCTV kepada penyidik Satreskrim Polres Tarakan.

"Soal disiram air mineral sebanyak empat botol dan penganiayaan, kami melihat di rekaman CCTV tidak ada," terangnya.

Sementara itu, terkait disatukannya pasien Covid-19 tersebut bersama orang dengan gangguan jiwa (ODGJ), dr Muhammad Hasbi Hasyim membenarkan.

Hal itu dikarenakan ODGJ tersebut juga merupakan pasien Covid-19, sehingga harus dirawat di ruang isolasi.

Meski begitu dr Muhammad Hasbi Hasyim mengatakan, selama disatukan, ODGJ itu tidak mengganggu. Bahkan sempat membantu merapikan di ruangan isolasi.

"Karena itu ruang isolasi makanya disatukan. Selama dia stabil tidak ada masalah jika disatukan," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved