Breaking News:

Pesawat Sriwijaya Air Jatuh

Pakar Telematika Beri Tanggapan Video Viral Suara Minta Tolong Saat Pencarian Korban Sriwijaya Air

Pakar Telematika memberikan tanggapannya terkait video viral yang berisi teriakan minta tolong pada saat pencarian korban Sriwijaya Air, menurutnya...

Penulis: Titik Wahyuningsih
Editor: Amiruddin
capture YouTube Cumicumi
Pakar Telematika Indonesia, Abimanyu 

TRIBUNKALTARA.COM – Jagat Dunia Maya dihebohkan dengan video viral berisi suara minta tolong yang tertangkap kamera Tim Damkar saat cari korban Sriwijaya Air di perairan Kepulauan Seribu.

Menanggapi hal tersebut Pakar Telematika Indonesia, Abimanyu memberikan analisanya atas video yang sudah viral di media sosial ini.

“Disini saya bukan bilang benar atau tidaknya tapi saya mengajak masyarakat untuk melihat dari konteks yang lain,” ungkap Abimanyu melansir dari unggahan kanal YouTube Cumicumi pada Rabu (20/1/2021).

Baca juga: Dilaksanakan Hingga Besok, Berikut Pedoman Ujian Tertulis Bagi Pelamar Pegawai Non PNS Malinau

Baca juga: Gegara Sungai di Malaysia Meluap, Banjir Rendam Sembakung Nunukan, Ratusan Hektar Padi Gagal Panen

Baca juga: Stasiun Meteorologi Tanjung Harapan Kaltara Sebut Curah Hujan Tinggi Hingga Seminggu Ke Depan

Dirinya mengatakan jika perangkat digital dalam hal ini mikrofon telepon seluler dapat menangkap suara dikarenakan adanya benturan-benturan gelombang yang memiliki frekuensi tertentu.

“Gelombang tersebut bisa dari berbagai arah dan kemudian itu bisa bercampur, nah otomatis itu yang terdengar,” ujar Abimanyu

Abimanyu menyebutkan dari analisis gelombang suara yang ia lakukan, diketahui titik suara dari awal hingga akhir video tidak berjalan mulus, artinya terdapat frekuensi gelombang yang terputus di tengah-tengah.

“Nah kalau saya lihat logikanya dari situ, hal ini bukan seperti yang diduga sebagai suara tahayul, tetapi kalau saya bilang ini adalah rekayasa,” ungkap Abimanyu.

Berdasarkan hasil ilustrasi analisis yang ia tunjukkan, diketahui jika audio dalam video tersebut telah diuraikan sebelumnya.

“Pada saat ada suara gaung (teriakan minta tolong), saya nggak bisa bilang oh itu suara anak kecil, itu hanya sekedar suara gelombang yang lain, ya ini ada kita bisa bilang sinyal yang keputus lah simplenya seperti itu,” imbuh Abimanyu.

Meski dirinya mengungkapkan jika suara misterius yang ada di video pencarian korban Sriwijaya Air itu adalah sebuah rekayasa, hal tersebut tidak bisa dijadikan sebagai patokan untuk mengambil kesimpulan.

Menurutnya, di bidang telematika tidak mengenal adanya istilah modus dan motif.

Ia memaparkan jika suara yang diperoleh dan setelah dilakukan proses analisis, diketahui adanya frekuensi terputus yang kemudian mengindikasikan jika suara teriakan minta tolong di video yang viral itu adalah sebuah rekayasa.

Baca juga: Terkait Wacana Vaksinasi Covid-19 Mandiri, Begini Reaksi Kadis Kesehatan Kaltara Usman

Baca juga: 3 Kabupaten Belum Laksanakan Vaksinasi, Kadis Kesehatan Kaltara Usman Beber Kendala yang Dialami

Baca juga: Gebrakan Listyo Sigit, Jenderal Anak Buah Megawati di DPR Lempar Pujian, Calon Kapolri Milenial

“Di telematika sekarang hanya ada suara yang direkam, diberikan kepada saya ini saya lihat ada frekuensi yang terputus, otomatis saya bilang hal ini rekayasa,”  ujar Abimanyu

Abimanyu menambahkan rekayasa suara ini bisa terjadi pada saat proses perekaman kejadian atau dimanipulasi oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Lalu ‘siapa yang melakukan rekayasa dan membawa isu ini?’, nah itu bisa jadi dari perekam sampai yang  mengedarkan, tapi kita tidak perlu sampai disana, karena hal itu sudah memasuki ranah hukum,” pungkas Abimanyu

(*)

( TribunKaltara.com / Titik Wahyuningsih )

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved