Berita Internasional Terkini
Sempat Ada Ancaman Bom, Akhirnya Joe Biden Dilantik Jadi Presiden AS, Kamala Harris Siap Mengabdi
Sempat ada ancaman bom di gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat, Joe Biden dilantik jadi Presiden AS, Wakil Presiden Kamala Harris siap mengabdi
TRIBUNKALTARA.COM - Sempat ada ancaman bom di gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat, akhirnya Joe Biden dilantik Jjdi Presiden AS, Wakil Presiden Kamala Harris siap mengabdi.
Detik-detik jelang pelantikan Joe Biden sebagai Presiden AS sempat dibuat heboh, lantaran ada ancaman bom di gedung Mahkamah Agung Amerika Serikat.
Kabar tersebut membuat pihak keamanan Amerika Serikat langsung bergegas menyelidiki ancaman bom tersebut.
Baca juga: Dianggap Musuh Amerika Serikat, China Akhirnya Ucapkan Selamat ke Rival Donald Trump, Joe Biden
"Gedung ini mendapat ancaman bom. Bangunan dan kawasan sekitarnya langsung diperiksa, tanpa dilakukan evakuasi," jelas Arberg. Dilansir AFP Rabu (20/1/2021), Mahkamah Agung terletak di sebelah Gedung Capitol, di mana pelantikan Biden dan wakilnya, Kamala Harris, digelar.
Pihak keamanan Amerika Serikat bersiaga tinggi setelah pada 6 Januari, massa pendukung Donald Trump merangsek ke Gedung Capitol.
Massa hendak menghentikan agenda Kongres Amerika Serikat yang mengesahkan sertifikasi kemenangan Joe Biden dalam Pilpres AS 2020.
Sebanyak lima orang tewas, dengan empat di antaranya adalah pendukung mantan presiden, sementara satu orang lain polisi.
Meski demikian, akhirnya pelantikan Joe Biden dan Kamala Harris berjalan lancar.
Joe Biden telah resmi menjadi Presiden ke-46 Amerika Serikat, Rabu (20/1/2021) pukul 12.00 waktu setempat.
Baca juga: Tak Kunjung Akui Kalah dari Joe Biden di Pilpres AS, Berikut Prediksi Langkah Donald Trump
Joe Biden mengambil sumpah jabatan tepat sebelum tengah hari pada Rabu (20/1/2021), dalam upacara di Gedung Capitol Amerika Serikat.
Sumpah presiden dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts, demikian dilaporkan Associated Press pada Kamis (21/1/2021).
Joe Biden disumpah menggunakan Alkitab yang telah ada di keluarganya sejak 1893 dan digunakan selama pengambilan sumpahnya sebagai wakil presiden pada 2009 dan 2013 lalu.
Alkitab setebal 5 inci, yang dapat dilihat di atas meja di sebelah kursi Joe Biden dipegang oleh istrinya.
Alkitab ini juga digunakan setiap kali Joe Biden disumpah sebagai senator Amerika Serikat.
Putra mendiang Biden, Beau, juga menggunakan Alkitab yang sama saat upacara pengambilan sumpahnya sebagai jaksa agung Delaware dan membantu membawa Alkitab ke upacara ayahnya tahun 2013.
Sebelum Amerika Serikat Biden, Kamala Harris telah dilantik terlebih dahulu sebagai wakil presiden perempuan pertama di Amerika Serikat (AS), pada Rabu (20/1/2021) siang waktu setempat.
Baca juga: Situasi Mirip Pertarungan Jokowi dan Prabowo di Indonesia, Ini Tantangan Joe Biden di Amerika
Mantan senator AS dari California ini juga merupakan orang Kulit Hitam pertama dan orang pertama keturunan Asia Selatan yang terpilih menjadi wakil presiden dan menjadi wanita berpangkat tertinggi yang pernah menjabat dalam pemerintahan.
Dia dilantik pada Rabu (20/1/2021) oleh Hakim Mahkamah Agung Sonia Sotomayor, orang Amerika Latin pertama yang bertugas di Mahkamah Agung.
Wakil Presiden Mike Pence, yang hadir untuk mewakili Presiden Donald Trump, sedang duduk di dekat Harris, saat Lady Gaga menyanyikan lagu kebangsaan AS didampingi oleh band Korps Marinir Amerika Serikat.
Sementara itu, sesaat setelah diambil sumpah jabatannya oleh Hakim Agung Sonia Sotomayor, Kamala Harris langsung men-twit di Twitter.
Dalam twitnya yang pertama sebagai Wakil Presiden AS tersebut, Kamala Harris menulis bahwa dia siap mengabdi.
"Siap untuk mengabdi," tulis Harris di akun Twitter resmi Wakil Presiden AS @VP.
Kini, Kamala Harris secara sah memegang akun resmi tersebut.
Kamala Harris resmi menjadi perempuan pertama, orang kulit berwarna pertama, dan orang Asia Selatan pertama yang menjadi Wakil Presiden AS.
Saat upacara pelantikan, Kamala Harris mengenakan pakaian serba ungu saat mengambil sumpahnya.
Pakaian itu dia kenakan sebagai penghormatan kepada Shirley Chisholm, wanita Afrika-Amerika pertama yang mencalonkan diri sebagai presiden.
Warna ini memiliki cukup penting baginya.
Ketika dia mencalonkan diri sebagai presiden, salah satu warna kampanyenya adalah ungu dan kuning.
Demokrasi Telah Menang
Presiden ke-46 Amerika Serikat Joe Biden menegaskan "demokrasi telah menang" di negara yang terguncang di tengah pandemi dan penyerbuan dua minggu lalu di gedung Capitol AS.
Hal itu disampaikan Biden dalam pidato perdananya setelah dilantk sebagai Presiden ke-46 AS, pada Rabu (20/1/2021) siang, seperti dilansir Associated Press (AP) ,Kamis (21/1/2021).
Dalam pidato pertamanya sebagai Presiden AS, Joe Biden mengatakan pada hari Rabu bahwa sumpahnya menandai hari "sejarah dan harapan."
Joe Biden mengatakan negara telah "belajar lagi bahwa demokrasi itu berharga."
Dia menambahkan, "Impian keadilan untuk semua tidak lagi akan ditangguhkan."
Baca juga: Pilpres AS, Joe Biden Sukses Rebut Suara Donald Trump di Pennsylvania, Kian Dekat Jadi Presiden
Joe Biden juga mengucapkan terima kasih kepada para pendahulunya dari kedua belah pihak karena telah menghadiri upacara pelantikannya pada Rabu (20/1/2021).
(*)