Breaking News:

Virus Corona Nunukan

815 Nakes RSUD Nunukan Bakal Disuntik Vaksin Corona Sinovac, dr Dulman: Kami Siapkan 15 Vaksinator

815 nakes RSUD Nunukan bakal disuntik Vaksin Corona Sinovac, dr Dulman: Kami siapkan 15 vaksinator.

TRIBUNKALTARA.COM/FELIS
Sebanyak 3.640 vial vaksin Sinovac tiba di Pos Lintas Batas Laut (PLBL) Liem Jie Djung, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara (Kaltara), Kamis (28/01/2021), pukul 15.00 Wita. TRIBUNKALTARA.COM/ Febrianus Felis. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - 815 nakes RSUD Nunukan bakal disuntik Vaksin Corona Sinovac, dr Dulman: Kami siapkan 15 vaksinator.

Sebanyak 815 Nakes RSUD Nunukan akan menerima vaksin Sinovac pasca vaksinasi 9 pejabat Forkopimda Nunukan, di ruangan Atlas Medica, RSUD Nunukan, Rabu (03/02/2021), pukul 10.00 Wita.

Hal itu diungkapkan oleh Direktur Utama (Dirut) RSUD Nunukan, dr Dulman.

Baca juga: Kelanjutan Nasib Wakil Ketua DPRD Ketahuan Selingkuh, Dilabrak Istri Sah, Minta Kesempatan Kedua

Baca juga: UPDATE Tambah 5, Kasus Positif Covid-19 Malinau Jadi 442, Semua dari Transmisi Lokal & 8 Sembuh

Baca juga: Ruben Onsu Ungkap Kondisi Betrand Peto, Sebut Minta Konsultasi dengan Psikolog

"Setelah pencanangan vaksin Sinovac terhadap 9 pegawai Forkopimda Nunukan, akan dilanjutkan dengan vaksinasi terhadap 815 Nakes RSUD termasuk saya. Nakes di Puskesmas dan Fakses lainnya itu hari Kamis baru vaksinasi serentak. Besok khusus pejabat Forkopimda dan Nakes RSUD," kata dr Dulman kepada TribunKaltara.com, saat ditemui di ruangan vaksinasi, Selasa (02/02/2021), pukul 15.30 Wita.

dr Dulman mengaku, pihaknya sudah mempersiapkan 15 vaksinator yang sudah mengikuti pelatihan langsung dari Kementerian Kesehatan RI melalui virtual zoom belum lama ini.

Tak hanya itu, ia juga mengatakan pihaknya sudah menyediakan tenaga medis khusus untuk menangani peserta vaksinasi apabila muncul kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI).

"Persiapan vaksinasi untuk besok Alhamdulillah sudah maksimal, kami geladi sudah jauh hari. Tenaga vaksinator di RSUD ada 15 Nakes. Tapi masih banyak cadangan lainnya. Dan kami juga sediakan tim medis di luar vaksinator khusus untuk menangani peserta vaksinasi, apabila muncul KIPI setelah vaksinasi," ucap dr Dulman.

Menurut dr Dulman, KIPI atau efek samping pasca imunisasi bisa saja terjadi seperti rasa ngantuk, badan lemas, pegal-pegal, terasa lapar, bahkan demam.

"Jadi KIPI atau efek samping pasca vaksinasi bisa saja terjadi. Mulai ringan hingga berat. Tapi kalau efek samping yang masuk kategori berat saya belum pernah dengar hanya ringan saja. Seperti ngantuk, lapar, badan lemas, pegal-pegal, dan demam. Kalau yang kategori berat saya tidak beberkan karena itu akan membuat imun tubuh orang jadi turun nantinya. Saya mendapat informasi dari rekan sejawat yang sudah menerima vaksin Sinovac, mulai disuntik dan pasca vaksinasi tidak ada masalah," ucapnya.

Sebagai peserta vaksinasi, dr Dulman katakan, dirinya siap menerima vaksin asal China itu, pasalnya ia termasuk garda terdepan dalam penanganan Covid-19 di Kabupaten Nunukan.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved