Breaking News:

Polemik Partai Demokrat

Buntut Isu Kudeta Partai Demokrat, Marzuki Alie Berani Kirim WhatsApp ke SBY Minta AHY Disanksi

Buntut isu kudeta Partai Demokrat yang mencatut namanya, Marzuki Alie berani kirim WhatsApp ke SBY minta AHY disanksi.

Kompas.com / Robertus Belarminus
SBY dan Ketua Umum Partai Demokrat, AHY. (Kompas.com / Robertus Belarminus) 

"Dalam komunikasi mereka, pengambilalihan posisi Ketua Umum Partai Demokrat akan dijadikan jalan atau kendaraan bagi yang bersangkutan sebagai calon presiden dalam Pemilu 2024 mendatang," kata AHY dalam konferensi pers, Senin (1/2/2021).

Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Sekarang Moeldoko Dituduh Kudeta Ketum Demokrat, Jejak Sang Jenderal

AHY mengatakan, upaya mengganti paksa Ketua Umum Partai Demokrat itu rencananya dilakukan dengan menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB).

AHY menyebutkan, ia sudah menerima laporan dan aduan dari para kader Partai Demokrat di tingkat pusat, daerah, dan cabang yang diajak untuk mengganti Ketua Umum Partai Demokrat.

Nama Marzuki Alie pun disebut terlibat dalam upaya pelengseran AHY dari kursi Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP).

Kemungkinan muncul Demokrat Tandingan

Kader senior Partai Demokrat, Yus Sudarso, membeberkan sejumlah pihak yang hendak mengambil alih kepemimpinan Partai Demokrat dari tangan AHY.

Menurut dia, ada empat faksi yang hendak bersatu ingin mengkudeta putra Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu dari tampuk kepemimpinan Partai Demokrat.

Keempat faksi tersebut yakni, pertama, faksi pendiri sekaligus notabennya faksi dari ketua umum pertama, Subur Budi Santoso.

Lalu, faksi kedua merupakan faksi ketua umum Partai Demokrat hasil kongres tahun 2005 di Bali, yaitu Hadi Utomo.

"Kebetulan saya sebagai koordinator pemenangan Hadi Utomo-Marzuki Alie," kata Yud Sudarso dalam konferensi persnya di Jakarta pada Selasa (2/2/2021).

Halaman
1234
Editor: Cornel Dimas Satrio
Sumber: Kompas TV
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved