Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Polda Kaltara Musnahkan 203,09 Gram Sabu Asal Malaysia, 9 Tersangka Diringkus, Jaringan Kota Tarakan

Direktorat Reserse Narkoba atau Ditreskoba Polda Kaltara memusnahkan barang bukti sabu seberat 203.09 Gram.

TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Pemusnahan Barang Bukti Sabu di Ditreskoba Polda Kaltara, Kamis (4/2/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Direktorat Reserse Narkoba atau Ditreskoba Polda Kaltara memusnahkan barang bukti sabu seberat 203.09 Gram.

Bertempat di Mapolda Kaltara, Tanjung Selor, pemusnahan barang bukti sabu dihadiri oleh jajaran Ditreskoba Polda Kaltara, perwakilan Kejaksaan Negeri Bulungan, perwakilan PN Tanjung Selor, dan perwakilan Dinas Kesehatan.

Sebanyak 203.09 Gram barang bukti sabu adalah hasil penyidikan sepanjang Desember 2020 hingga Januari 2021.

Lapangan Usaha Ini Miliki Posisi Kredit Terbesar di Kaltara, Usaha Pertambangan Minus 16,25 Persen

Kumpulan Ucapan Selamat Tahun Baru Imlek, Lengkap dengan Terjemahan, Cocok Dibagikan di Media Sosial

Raperda Telah Disetujui DPRD, Kadis Pariwisata Nunukan Syafarudin Beber Tarif Dua Tempat Wisata Ini

"Pemusnahan barang bukti sabu hari ini, adalah hasil penindakan sepanjang Desember 2020 hingga Januari 2021," ujar Wadir Resnarkoba Polda Kaltara, AKBP Dani Arianto, Kamis (4/2/2021).

Selain barang bukti, turut diamankan para pelaku sebanyak sembilan orang, kesembilan orang tersebut, berasal dari Tarakan.

"Sembilan orang ini rata-rata dari Tarakan semua, jaringan Kota Tarakan," terangnya.

Terkait asal muasal barang haram, AKBP Dani menjelaskan, sabu berasal dari daerah Tawau Malaysia.

"Ini masih dari daerah Tawau Malaysia, lalu masuk ke Tarakan," ujarnya.

Data Bank Indonesia, Dana Pihak Ketiga Kaltara Tumbuh Positif 2,32 Persen di 2020, Rp 10,76 Triliun

Isu Selingkuh Jadi Penyebab Rachel Vennya Gugat Cerai Suaminya? Sempat Direspons Niko Al Hakim

Terkait Keberadaan Ormas Terlarang di Malinau, Wabup Topan Amrullah Beberkan Temuannya

Kepada para pelaku, Polisi akan menjerat dengan UU Narkotika, pasal 114 ayat 2, pasal 112 ayat 2, juncto pasal 132 ayat 1.

"Para pelaku terancam pidana paling singkat 5 tahun, dan paling lama 20 tahun, atau hukuman mati," tuturnya.

(*)

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved