Breaking News:

Viral di Medsos

Tagar Pindah ke Telegram Trending Topic di Twitter, Hati-hati Pindahkan Isi Chat WhatsApp

Tagar pindah ke Telegram jadi trending topic di Twitter hari ini, hati-hati pindahkan isi chat WhatsApp

Kolase TribunKaltara.com via Kompas.com
Telegram dan WhatsApp. (Kolase TribunKaltara.com via Kompas.com) 

TRIBUNKALTARA.COM - Tagar pindah ke Telegram jadi trending topic di Twitter hari ini, hati-hati pindahkan isi chat WhatsApp.

Hari ini, tagar pindah ke Telegram menjadi trending topic di Twitter, Minggu (07/02/2021).

Tercatat sudah 3,132 Tweets yang mencantumkan tagar pindah ke Telegram.

Diduga tagar pindah ke Telegram ini disuarakan netizen yang ramai-ramai beralih dari platform WhatsApp.

Apalagi belum lama ini, telegram meluncurkan fitur baru yang memudahkan penggunanya memindahkan isi chat dari WhatsApp ke telegram.

Fitur itu tidak hanya berlaku untuk WhatsApp saja, tapi juga sejumlah aplikasi pesan instan lain.

Namun, Anda harus lebih berhati-hati jika ingin memindahkan isi chat WhatsApp ke telegram maupun platform ketiga lain.

Ahli keamanan siber, Zach Duffman, dalam sebuah artikel di Forbes mengatakan ada celah keamanan yang bisa dieksploitasi.

Buntut Isu Kudeta Partai Demokrat, Marzuki Alie Berani Kirim WhatsApp ke SBY Minta AHY Disanksi

Ia mengatakan, memindahkan isi chat WhatsApp ke penyimpanan awan (cloud) pihak ketiga seperti telegram, Google, atau Apple tidak sepenuhnya aman.

Menurutnya semua percakapan yang dilakukan di WhatsApp dilindungi sistem keamanan dari ujung ke ujung (end-to-end encryption).

Sederhananya, semua chat dan panggilan yang terjadi di WhatsApp dikunci, sehingga, tidak ada pihak lain termasuk WhatsApp yang bisa mengintip isi pesan atau mendengar percakapan panggilan.

Pesan hanya bisa dibaca oleh pengirim dan penerima saja.

Namun, enkripsi itu tidak lagi berlaku saat pesan yang sudah diterima oleh perangkat dicadangkan ke penyimpanan awan seperti iCloud atau Google Drive.

WhatsApp pun sudah menjelaskan hal ini di laman FAQ, yang menerangkan bahwa "media dan pesan yang Anda cadangkan tidak dilindungi oleh enkripsi end-to-end WhatsApp saat berada di iCloud/Google Drive.

Menurut Duffman, pesan WhatsApp juga tidak akan dikunci saat diekspor ke telegram karena aplikasi ini berbasis cloud.

Di telegram, semua percakapan akan tersimpan di cloud telegram, kecuali pesan yang dilakukan di Secret Chat yang dilindungi end-to-end encryption.

Pesan di luar fitur secret chat di telegram tidak dilindungi dari ujung ke ujung.

Pesan akan dilindungi di antara smartphone atau komputer ke cloud, serta antara cloud ke kontak pengguna.

Ucapan-ucapan Selamat Imlek 2021, Dalam Bahasa Mandarin, Inggris dan Indonesia, Dishare ke WhatsApp

Aplikasi berbasis cloud seperti telegram memiliki keuntungan, salah satunya chat bisa diakses dari beberapa perangkat secara bersamaan.

Bukan cuma WhatsApp. Chat dari aplikasi Signal pun memiliki potensi kerentanan yang sama apabila ditransfer ke telegram atau cloud pihak ketiga.

Hal yang sedikit berbeda terjadi di perpesanan yang terjadi di iMessage.

Apple melindungi semua pesan iMessage bahkan ketika berada di iCloud sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Sunday Vision, Kamis (4/2/2021).

Kebanjiran pengguna baru

Aplikasi pesan instan telegram dan Signal kebanjiran pengguna baru dalam jumlah yang signifikan dalam beberapa hari terakhir ini.

Hal itu terjadi setelah WhatsApp mengenalkan kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru.

Menurut laporan firma riset pasar Sensor Tower, dalam dua hari pada akhir pekan lalu, aplikasi perpesanan telegram telah diunduh oleh lebih dari 2,2 juta pengguna di platform Android (Play Store) dan iOS (App Store).

Sementara itu, Signal juga ikut mendapatkan tambahan 100.000 pengguna baru dalam kurun waktu yang sama.

Kabar Baik dari WhatsApp, Batal Terapkan Kebijakan Privasi Baru, Sempat Tuai Kontroversi

Sedangkan WhatsApp, dilaporkan mengalami penurunan jumlah unduhan yang signifikan, yakni sebesar 11 persen dibandingkan minggu sebelumnya.

Namun jumlah unduhan tersebut masih tergolong besar, yakni total 10,5 juta unduhan.

Meningkatnya jumlah pengguna baru telegram dan Signal ini bersamaan dengan mulai diberlakukannya kebijakan privasi dan persyaratan layanan baru WhatsApp Para pengguna WhatsApp mendapatkan pemberitahuan tersebut mulai Kamis (7/1/2021), lewat notifikasi yang muncul ketika membuka aplikasi berwarna hijau tersebut.

Dalam notifikasi itu, WhatsApp menyampaikan tiga pembaruan penting, termasuk peraturan yang mewajibkan pengguna menyerahkan data ke Facebook, apabila ingin tetap menggunakan WhatsApp.

NEWS VIDEO WhatsApp Versi Desktop dan Web Wajib Pakai Fitur Sidik Jari, Begini Caranya

Kelebihan-kelebihan Aplikasi BiP Dibanding Whatsapp, Bisa Diterjemahkan ke 100 Lebih Bahasa di Dunia

Kebijakan yang dicanangkan WhatsApp mendapatkan respons yang beragam.

Tak sedikit dari pengguna yang memilih untuk setuju karena masih ingin menggunakan aplikasi pesan instan tersebut dalam jangka waktu yang panjang.

Sebaliknya, sejumlah pihak aktivis privasi mempertanyakan kebijakan yang dikeluarkan WhatsApp, dan menyarankan penggunanya untuk beralih menggunakan aplikasi serupa lainnya, seperti telegram dan Signal.

Popularitas Signal juga meroket pada Kamis (7/1/2020) lalu setelah mendapat dukungan dari Elon Musk dan bos Twitter, Jack Dorsey.

Elon Musk mengunggah twit yang menyarankan para pengikutnya menggunakan Signal.

Sebelumnya pada 2015, Signal juga pernah "direkomendasikan" oleh whistleblower fenomenal, Edward Snowden.

(*)

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hati-hati saat Pindahkan Isi Chat WhatsApp ke telegram, Ini Sebabnya", Klik untuk baca: https://tekno.kompas.com/read/2021/02/04/14450007/hati-hati-saat-pindahkan-isi-chat-whatsapp-ke-telegram-ini-sebabnya.
Penulis : Wahyunanda Kusuma Pertiwi
Editor : Yudha Pratomo
Editor: Cornel Dimas Satrio
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved