Sungai Malinau Tercemar

Bak Penampungan Limbah Bocor & Aliri Sungai, DLH Kaltara Sebut Perusahaan Tambang Salah Perhitungan

Bak penampungan limbah bocor & mengalir ke Sungai MAlinau, DLH Kaltara sebut perusahaan tambang batubara salah perhitungan.

KOLASE TRIBUNKALTARA.COM/MAULANA ILHAMI FAWDI
Limbah yang mencemari Sungai Malinau dan Plt Kepala DLH Kaltara, Obed Daniel, Rabu (10/2/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Bak penampungan limbah bocor & mengalir ke Sungai MAlinau, DLH Kaltara sebut perusahaan tambang batubara salah perhitungan.

Dinas Lingkungan Hidup atau DLH Kaltara menyebut pihak perusahaan salah perhitungan mengenai curah hujan, yang mengakibatkan kebocoran bak penampungan limbah ke Sungai Malinau.

Hal tersebut diungkapkan oleh Plt DLH Kaltara saat ditemui di kantornya di Gedung Gadis, Tanjung Selor.

Dinas Lingkungan Hidup Kaltara Terjunkan Tim Lakukan Investigasi Pencemaran Limbah di Sungai Malinau

Benarkan Sungai Malinau Dicemari Limbah, Kadis LHD: Faktanya Tanggul Tuyak Jebol dan Mencemari Air

Tercemar Limbah Tambang, PDAM Malinau Hentikan Sementara Produksi Air Bersih, Ini Wilayah Terdampak

"Kami menilai pihak perusahaan salah perhitungan, karena sebelumnya kami sudah menyurati perusahaan-perusahaan mengenai rawan bahaya musim penghujan," ujar Plt Kepala DLH Obed Daniel, Rabu (10/2/2021).

"Salah perhitungan ini menyebabkan bak penampungan limbah tambang bocor, dan mencemari Sungai di Malinau," tambahnya.

Pihaknya mengatakan, kejadian ini adalah peristiwa berulang, yang sebelumnya pernah terjadi di Tahun 2017 lalu.

"Sebelumnya juga pernah seperti ini, dan ini memperihatinkan sekali, tahun 2017 juga seperti ini, sama juga kejadiannya dan di lokasi yang sama," terangnya.

Ditanyakan mengenai sanksi bagi kejadian yang berulang, Obed mengatakan, pihaknya tidak memiliki kewenangan untuk memberikan sanksi.

"Memang ini sudah dua kali, namun kami di Provinsi ada pembagian tugas dengan di Kabupaten Kota, yang memiliki kewenangan pemberian sanksi itu di Kabupaten," terangnya.

Dirinya mengaku, opsi penutupan izin usaha pertambangan, juga bukan langkah yang mudah, mengingat aspek ekonomi warga yang harus diperhatikan.

"Kalau kami hanya melakukan pengawasan dan supervisi saja, untuk menutup izin usaha memang tidak mudah," katanya.

Diduga Tercemar Limbah Tambang, PDAM Malinau Kewalahan Pasok Air Bersih & Terancam Hentikan Produksi

Kualitas Rumput Laut Nunukan Menurun, DLH Sebut Tidak Ada Bukti Pencemaran Limbah Industri

Kualitas Rumput Laut Nunukan Menurun, Diduga Terserang Hama Akibat Limbah Industri di Laut

"Karena ini menyangkut ekonomi di sana juga, berapa banyak orang yang ekonominya bergantung pada aktivitas perusahaan," tuturnya.

Diberitakan sebelumya, pihak DLH Kaltara menerjunkan tim investigasi ke lokasi pencemaran di Malinau, untuk mengambil sampel mengenai tingkat pencemaran sungai.

Tim ini direncanakan bekerja selama 2-3 hari, untuk nantinya memberikan rekomendasi, terkait langkah selanjutnya yang akan diambil oleh pihak DLH Malinau.

Penulis: Maulana Ilhami Fawdi

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved