Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Alasan 7 WNI Asal Sebuku Ditangkap Polis Marin Malaysia, Kabar Simpang Siur Ditepis Danpos Tinabasan

Alasan 7 WNI asal Sebuku ditangkap Polis Marin Malaysia, kabar simpang siur ditepis Danpos Tinabasan.

HO/ Heri Susanto
Letda Laut (E) Heri Susanto Danposal Tinabasan, Lanal Nunukan lakukan sosialisasi terhadap motoris speed yg melayani rute Sei Bolong- Sei Ular untuk mencegah terjadinya penangkapan oleh pihak keamanan Malaysia, Kamis (11/02/2021), pukul 11.10 Wita. (HO/ Heri Susanto) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Alasan 7 WNI asal Sebuku ditangkap Polis Marin Malaysia, kabar simpang siur ditepis Danpos Tinabasan.

Sebanyak 7 Warga Negara Indonesia (WNI) asal Kecamatan Sebuku, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, ditangkap Polis Marin Malaysia pada Rabu (10/02/2021)), lalu, pukul 21.00 Wita.

Kabar yang beredar 7 WNI itu ditangkap Polis Marin Malaysia, lantaran melewati batas perairan antar dua negara bertetangga yakni Indonesia-Malaysia. Lokasi tepatnya di wilayah simpang tiga Malaysia-Sei Ular.

Nelayan Indonesia Ditangkap di Perbatasan RI-Malaysia, Terancam Denda Rp 20 Milyar, Hukuman Cambuk

Ditangkap Lagi Karena Narkoba, Ridho Rhoma: Saya Minta Maaf, Saya Ingin Disembuhkan

Rinto Bos Preman Pengeroyok Prajurit Raider TNI Ditangkap di Semak, Menangis, Taubat & Minta Ampun

Speed boat yang membawa satu keluarga terdiri dari 5 pria termasuk motoris dan seorang ibu bersama anaknya usia 3 tahun, menghindari jalur yang dipenuhi rumput laut hingga lewati batas RI-Malaysia.

Namun saat dikonfirmasi oleh Letda Laut (E) Heri Susanto Danposal Tinabasan, Lanal Nunukan, menepis berita simpang siur itu.

Heri Susanto yang sudah setahun berjaga di Pos Tinabasan, mengatakan wilayah simpang tiga Malaysia-Sei Ular itu merupakan jalur kapal yang resmi.

Bahkan, ia mengaku dalih dari Polis Marin Malaysia, speed boat mereka bertabrakan dengan speed boat yang membawa 7 WNI itu.

"Kalau soal rumput laut menutupi jalur kapal itu nggak ada. Itu jalur resmi. Memang ada rumput laut di sana tapi di pinggir saja tidak ke tengah laut. Lalu soal melewati batas negara itu cerita versi Malaysia. Bahkan dalih Polis Marin Malaysia, speed yang bawa 7 WNI bertabrakan dengan kapal Polis Malaysia. Karena ada yang sakit akibat tabrakan itu makanya dibawah ke Pos Malaysia. Logikanya kalau tabrakan pasti banyak korban, speed boat pasti hancur. Yang tampak sekarang nggak seperti itu," kata Heri Susanto kepada TribunKaltara.com, Jumat (12/02/2021), pukul 11.00 Wita.

Menurut Heri Susanto, pukul 23.45 Wita ia menerima telepon dari Hendrik yang merupakan rekan motoris speed boat yang ikut ditangkap Polis Marin Malaysia itu.

Tanpa menunggu lama, Heri Susanto melakukan pengecekan ke lokasi kejadian bersama Sertu Darmanto (Intel Pamtas), dan Hendrik.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved