Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Selain Jaga Perbatasan RI-Malaysia, Begini Kesigapan TNI Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC ke Warga

Tak cuma jaga perbatasan RI-Malaysia, TNI Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC sigap bantu Warga Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Nunnukan.

HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, ajarkan warga bertani modern di Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC) 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Tak cuma jaga perbatasan RI-Malaysia, TNI Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC sigap bantu Warga Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore.

Warga di perbatasan RI-Malaysia, Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Nunukan, Kalimantan Utara, mendapatkan ilmu baru bertani secara modern. 

Selain jaga keamanan di perbatasan RI-Malaysia , Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC, juga melaksanakan pembinaan teritorial berupa pengajaran ilmu pertanian modern secara teknis.

Dansatgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC, Mayor Arh Drian Priyambodo, mengatakan kegiatan yang dilakukan prajurit TNI bertujuan untuk menyokong ketahanan pangan warga perbatasan RI-Malaysia di tengah pandemi Covid-19.

"Kehadiran personel TNI di setiap desa untuk membantu pemerintah daerah dari sisi ekonomi rakyat. Akan jadi beban moral bagi kami ketika masyarakat di daerah perbatasan masih sulit mempertahankan hidupnya.

Apalagi untuk memenuhi kebutuhan pokok," kata Drian Priyambodo kepada TribunKaltara.com, melalui telepon seluler, Sabtu (13/02/2021).

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, ajarkan warga bertani modern di Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC)
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, ajarkan warga bertani modern di Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC) (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC)

Adapun Ilmu pertanian modern yang diajarkan Satgas Pamtas Yonarhanud 16/BC seperti cara mengoperasikan mesin traktor untuk membajak lahan sawah.

Menurut Drian Priyambodo, apabila warga perbatasan RI-Malaysia sudah menguasai penggunaan alat pertanian modern, akan mempercepat proses penggemburan tanah.

Sehingga penanaman benih dan hasilnya akan jauh lebih cepat ketimbang cara tradisional sebelumnya.

Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, ajarkan warga bertani modern di Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC)
Satgas Pamtas RI-Malaysia Yonarhanud 16/SBC, ajarkan warga bertani modern di Desa Sekaduyuntaka, Kecamatan Sei Menggaris, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Utara, Sabtu (13/02/2021), sore. (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC) (HO/ Satgas Pamtas Yonarhanud 16/SBC)

Sempat Lockdown Setahun, Akhirnya Jalur Perbatasan RI-Malaysia di Nunukan Dibuka Lagi

Jelang Imlek, Nasib Warga Perbatasan RI Malaysia di Nunukan, Sudah Lama Tak Lihat Atraksi Barongsai

Nelayan Indonesia Ditangkap di Perbatasan RI-Malaysia, Terancam Denda Rp 20 Milyar, Hukuman Cambuk

"Ini bagian dari upaya kami mendukung program pemerintah pusat dan pemerintahan daerah mengenai ketahanan pangan yang semakin kuat dan mandiri. Ke depan diharapkan masyarakat bisa secara individu maupun dalam kelompok tani mampu mengolah ketahanan pangan secara mandiri," ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Febrianus Felis
Editor: Cornel Dimas Satrio
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved