Breaking News:

Berita Tana Tidung Terkini

Sekilas Karir Politik Ibrahim Ali, Berawal Dari Serabutan hingga Jadi Bupati Tana Tidung Terpilih

Sosok Ibrahim Ali tidak menyangka karirnya di dunia politik dapat menghasilkan prestasi yang gemilang.

Bella Evanglista
Bupati KTT terpilih, Ibrahim Ali saat foto bersama Pemimpin Redaksi TribunKaltim.co di kediaman Ibrahim Ali yang berada di Kota Tarakan. ( Bella Evanglista ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Sosok Ibrahim Ali tidak menyangka karirnya di dunia politik dapat menghasilkan prestasi yang gemilang.

Bagaimana tidak, dari tidak terfikir untuk terjun ke dunia politik hingga akhirnya hari ini dia menjadi Bupati Kabupaten Tana Tidung terpilih.

Pria kelahiran Nunukan itu mengaku bukan dari keluarga mampu. Untuk membiayai kuliahnya saja dia harus kerja serabutan lantaran orang tuanya tak mampu membiayai kuliahnya.

Baca juga: Anggaran Menipis, Bupati Tana Tidung Terpilih Ibrahim Ali Optimis Dapat Jalankan Program

Baca juga: Soal Desa Cermat di Tana Tidung, Ibrahim Ali: Kita Akan Petakan Desa-desa yang Miliki Potensi

Baca juga: Miliki Potensi Cukup Baik, Bupati Tana Tidung Terpilih Ibrahim Ali Target Swasembada Beras di 2023

"Saya dulu tidak berfikir untuk menjadi politisi, saya dulu berfikirnya mudah-mudahan saya bisa masuk pegawai Dinas Perkebunan, jadi dulu itu saya mengidolakan bisa bekerja di Dinas Perkebunan," ujarnya, Rabu (18/2/21) kemarin.

Saat honor di Dinas Perkebunan, dirinya juga nyambi di KONI, dan mengajar di SMK Nunukan. Tak hanya itu, dia juga sempat menjadi PPL Pertanian.

Pada tahun 2007, keinginannya pun berubah, dari yang mendamba-dambakan bekerja di Dinas Perkebunan, akhirnya memantapkan hati untuk terjun ke dunia politik.

"Waktu itu ada kakak sepupu saya yang mau maju menjadi Bupati di Tana Tidung, saya diminta untuk mendampingi beliau saat itu.

Ya sudah saya putuskan, sepertinya jiwa saya tidak ada di pemerintahan, saya akhirnya fokus ke Tana Tidung mendampingi beliau," katanya.

Pria kelahiran 38 tahun silam itu menyampaikan, Ayahandanya sempat tidak merestui dirinya terjun ke politik dan lebih memilih anak terakhirnya itu menjadi pegawai negeri sipil.

Namun dengan tekat yang bulat, sebulan sebelum kepulangan sang Ayah ke Sang Pencipta, Ibrahim kala itu meminta ijin ke ayahnya dan berkata tak akan mengambil saran dari ayahnya, ia akan fokus di dunia politik.

Halaman
123
Penulis: Risnawati
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved