Rabu, 20 Mei 2026

Polemik Partai Demokrat

Eks Petinggi Demokrat Ruhut Sitompul Sebut AHY Harus Minta Maaf ke Jokowi, Bocorkan Internal Partai

Eks petinggi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sebut AHY harus minta maaf ke Jokowi, bocorkan kondisi internal Partai Demokrat.

Tayang:
KOLASE TRIBUNKALTARA.COM
Eks Petinggi Partai Demokrat Ruhut Sitompul dan Ketum Partai Demokrat AHY. ( KOLASE TRIBUNKALTARA.COM ) 

TRIBUNKALTARA.COM - Eks petinggi Partai Demokrat Ruhut Sitompul sebut AHY harus minta maaf ke Jokowi, bocorkan kondisi internal Partai Demokrat.

Satu persatu mantan petinggi Partai Demokrat angkat suara soal polemik dalam tubuh Partai Demokrat.

Sebelumnya, mantan Sekjend Partai Demokrat Marzuki Alie membeberkan kondisi internal Partai Demokrat.

Kali ini, salah satu petinggi Partai Demokrat yang cukup tersohor, Ruhut Sitompul kembali angkat bicara.

Baca juga: Aksi Terbaru Moeldoko setelah Terseret Isu Kudeta Partai Demokrat, Jenderal Pamer Makan di Warung

Baca juga: Singgung AHY, Eks Orang Dekat SBY Anggap Ibas Lebih Layak Pimpin Partai Demokrat

Agus Harimurti Yudhoyono akhirnya mengakui Presiden Joko Widodo ( Jokowi) tak mencampuri urusan kudeta Partai Demokrat.

Hal ini pun mengundang reaksi eks politikus Demokrat Ruhut Sitompul yang kini berseragam PDIP.

Ruhut Sitompul pun meminta putra sulung SBY ini meminta maaf ke Jokowi.

Bahkan, Ruhut Sitompul membeberkan bukti bahwa Partai Demokrat tak sesolid  yang diklaim AHY.

Politikus Partai Demokrasi Perjuangan Indonesia ( PDIP), Ruhut Sitompul menyebut, Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) harus meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo.

Ruhut Sitomppul menyebut, meski AHY juga mengatakan sempat menggunakan asas praduga tak bersalah pada Presiden Joko Widodo, ia harus meminta maaf karena sudah melemparkan bola panas terkait dugaan perebutan kepemimpinan di tubuh Partai Demokrat.

“Ini menunjukan bahwa AHY itu childish.

Sudah lempar bola panas, dan menuduh enggak-enggak pada Presiden Jokowi.

Baca juga: Kritik Darmizal terhadap AHY, Banyak Pendiri Partai Demokrat yang Kecewa, Sebut KLB Pertanda Baik

Seharusnya AHY minta maaf karena sudah menduga Presiden Jokowi mengetahui semua.

Walaupun dia pakai asas praduga tak bersalah tetap dia harus minta maaf,” terang Ruhut Sitompul pada Kompas.com, Jumat.

Saat ini, menurut Ruhut Sitompul, Presiden Jokowi sedang fokus untuk mengurusi Covid-19.

Selain itu, mengatakan bahwa PDI-P juga tak ingin ikut campur pada konflik Partai Demokrat.

“Pak Jokowi itu lagi fokus mengurusi Covid-19.

Dia punya skala prioritas. AHY juga jangan bilang Pak Jokowi tidak tahu, mana ada Presiden tidak tahu masalah yang terjadi di negaranya.

Hanya Pak Jokowi punya skala prioritas, dan kita ( PDIP) tidak mau ikut campur dalam urusan rumah tangga partai lain,” ucap Ruhut Sitompul.

Ia juga mengingatkan AHY untuk berhati-hati dengan mengklaim bahwa semua kader Partai Demokrat solid dibawah kepemimpinannya.

Eks kader Partai Demokrat ini menyebutkan bahwa ia menerima banyak pesan singkat permintaan doa restu dari beberapa kader Partai Demokrat yang sedang menyiapkan Konfrensi Luar Biasa.

“Jangan mengatakan semua kader (Partai Demokrat) sudah solid.

Baca juga: Anak Buah AHY Sesumbar Moeldoko Sudah Ditegur Presiden Jokowi Buntut Isu Kudeta Partai Demokrat

Banyak yang telepon saya dari daerah, mereka mau mengeluarkan KLB.

Kalau solid buktinya ada DPC yang dipecat. Sudah solid kok mecat-memecat.

Mereka enggak takut, mereka sudah kumpul di Jakarta,” kata Ruhut.

“banyak yang kontak saya, tetapi saya tegaskan.

Bahwa saya tidak bisa ikut campur lagi, saya sekarang sudah bersama Ibu Megawati,” ucap Ruhut Sitompul.

Diberitakan sebelumnya, AHY mengatakan bahwa Presiden Jokowi tidak tahu menahu soal upaya perebutan kemepimpinan di tubuh Partai Demokrat.

“Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu.

Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader,” sebut AHY dalam pesan kepada pengurus tingkat pusat dan daerah serta semua kader Partai Demokrat, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Dibanding Edhy Prabowo, Denny Indrayana Beber Juliari Batubara Lebih Layak Dituntut Hukuman Mati

AHY juga megatakan bahwa dirinya sudah menyambangi dewan pimpinan cabang Partai Demokrat di sejumlah daerah setelah bergulirnya isu kudeta di tubuh Partai Demokrat.

AHY menjelaskan safarinya ke sejumlah DPC bertujuan memastikan hubungan baik antara dewan pimpinan pusat (DPP), dewan pimpinan daerah (DPD), dan dewan pimpinan cabang (DPC).

“Saya sejak hari ini sudah keliling kembali ke DPC-DPC di daerah-daerah untuk memastikan persoalan-persoalan antara hubungan DPP-DPD-DPC berjalan dengan baik,” ucap AHY.

Klarifikasi AHY

Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menuding Presiden Joko Widodo (Jokowi) tidak tahu menahu soal adanya gerakan yang ingin mengambil alih Partai Demokrat yang diduga melibatkan Kepala Staf Presiden, Moeldoko.

Hal itu disampaikan AHY dalam pesan kepada pengurus tingkat pusat dan daerah serta semua kader Partai Demokrat, Rabu (17/2/2021).

"Saya sudah mendapatkan sinyal bahwa Bapak Presiden tidak tahu-menahu tentang keterlibatan salah satu bawahannya itu. Ini hanya akal-akalan kelompok GPK-PD untuk menakut-nakuti para kader," kata AHY dalam pesan tersebut.

AHY pun menyatakan, hubungan antara Presiden Joko Widodo dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat sekaligus Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) cukup baik.

Ia mengatakan, memang ada pihak yang ingin memecah belah hubungan baik antara Jokowi dan SBY dengan menggulirkan isu kudeta di Partai Demokrat.

"Hubungan Pak SBY dan Pak Jokowi cukup baik, tetapi kelompok ini berusaha memecah belah hubungan yang telah terjalin dengan baik itu," kata AHY.

Menurut AHY, ia masih terus memantau dan menerima laporan dari para kader terkait upaya kudeta di Partai Demokrat.

Baca juga: Dibanding Edhy Prabowo, Denny Indrayana Beber Juliari Batubara Lebih Layak Dituntut Hukuman Mati

Ia menuturkan, awalnya para pelaku gerakan berusaha memengaruhi para pemilik suara dengan memengaruhi pengurus DPD dan DPC serta para mantan pengurus.

Lalu, kata AHY, para pelaku gerakan mengeklaim telah mengumpulkan puluhan bahkan ratusan suara untuk dapat menyelenggarakan kongres luar biasa (KLB), padahal hanya tipuan.

Kemudian, para pelaku gerakan menggunakan alasan KLB karena faktor internal.

Padahal, AHY menegaskan, persoalan itu adalah persoalan eksternal.

"Yakni kelompok ini sangat menginginkan seseorang sebagai capres 2024 dengan jalan menjadi Ketua Umum PD melalui KLB," ujar AHY.

Artikel ini telah tayang dengan judul "Ruhut Sitompul Sebut AHY Harus Minta Maaf ke Presiden Jokowi ", Klik untuk baca: https://nasional.kompas.com/read/2021/02/19/10420111/ruhut-sitompul-sebut-ahy-harus-minta-maaf-ke-presiden-jokowi.

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved