Breaking News:

Berita Kaltara Terkini

Pansus Pencemaran Sungai Malinau Dibentuk, DPRD Kaltara Sebut tak Akan Bahas Soal Pencabutan Izin

Pansus Pencemaran Sungai Malinau dibentuk, Wakil Ketua DPRD sebut tak akan bahas pencabutan izin.

TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI
Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi Hamzah, Jumat (19/2/2021). ( TRIBUNKALTARA.COM / MAULANA ILHAMI FAWDI ) 

TRIBUNKALTARA.COM, TANJUNG SELOR - Pansus Pencemaran Sungai Malinau dibentuk, Wakil Ketua DPRD sebut tak akan bahas pencabutan izin.

Pencemaran Sungai Malinau akibat jebolnya tanggul limbah, yang diduga milik perusahaan tambang PT Kayan Putra Utama Coal ( KPUC ), memasuki babak baru.

Di mana DPRD Kaltara, dari Komisi 1 dan Komisi 3 membentuk panitia khusus, atau pansus mengenai pencemaran sungai di Malinau.

Baca juga: Jatam Kecam Insiden Sungai Malinau Tercemar, Tuntut Pemerintah Usut Dugaan Pelanggaran Lingkungan

Baca juga: Imbas Sungai Malinau Tercemar, Sebagian Permukiman Belum Mendapat Pasokan Air Bersih, Ini Sebabnya

Baca juga: Polisi Bidik Barang Bukti PT KPUC, Imbas Sungai Malinau Tercemar hingga Rugikan Masyarakat

Namun, dalam pansus pencemaran sungai ini, pihaknya tidak akan membahas mengenai pencabutan izin PT KPUC.

Melainkan, berfokus pada mencarikan solusi, baik dari pemerintah maupun perusahaan mengenai kasus pencemaran sungai.

Hal ini diungkapkan oleh Wakil Ketua 1, DPRD Kaltara, saat ditemui di Gedung DPRD Kaltara, Tanjung Selor.

"Jadi komisi 1 dan komisi 3, setelah rapat dengar pendapat dengan dinas terkait, menyarakan untuk membentuk pansus," ujar Wakil Ketua DPRD Kaltara, Andi Hamzah, Jumat (19/2/2021).

"Kami ingin mempercepat adanya solusi, jadi tidak ada pembahasan mengenai pencabutan izin, jadi pansus dibentuk untuk mencari solusi baik dari perusahaan dan pemerintah," tambahnya.

Selain tidak akan membahas mengenai sanksi pencabutan izin aktivitas, pihaknya memastikan, pansus tidak hanya menyasar pihak PT KPUC. Melainkan seluruh perusahaan tambang yang beraktivitas di Kaltara.

"Tujuan pansus bukan hanya KPUC, tapi seluruh perusahaan di Kaltara," ujarnya.

Baca juga: Sungai Malinau Tercemar, Perwakilan KPUC Sampaikan Permintaan Maaf, Usaha Penuhi Tuntutan Masyarakat

Baca juga: Sungai Malinau Tercemar Limbah Tambang, Polda Kaltara Perintahkan Polres Mulai Lakukan Penyelidikan

Baca juga: Sungai Malinau Tercemar Limbah Tambang Batubara, Walhi Sebut Angkara Kalutnya Pengelolaan Tambang

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved