Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Pertambangan Sumbang 50,01 Persen Total PAD, Wabup Malinau: Diprediksi Menyusut 6 Tahun ke Depan

Pertambangan sumbang 50,01 persen total PAD, Topan Amrullah: Diprediksi menyusut 6 tahun ke depan.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Plt Bupati Malinau, Topan Amrullah ditemui seusai konsultasi publik RKPD 2022 Malinau di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin (22/2/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI). 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pertambangan sumbang 50,01 persen total PAD, Topan Amrullah: Diprediksi menyusut 6 tahun ke depan.

Data struktur ekonomi Kabupaten Malinau tahun 2019, sektor pertambangan menyumbang 50,01 persen dari total pendapatan daerah di Kabupaten Malinau.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Penelitian dan Pengembangan Kabupaten Malinau (Bappeda Litbang Malinau) memaparkan struktur ekonomi malinau ditunjang oleh sejumlah aspek.

Baca juga: Pertambangan Jadi Penyumbang Pendapatan Ekonomi Terbesar di Malinau, Pertanian dan Perikanan Dilirik

Baca juga: Lapangan Usaha Ini Miliki Posisi Kredit Terbesar di Kaltara, Usaha Pertambangan Minus 16,25 Persen

Baca juga: Prakiraan Cuaca di Kaltara Hari Ini, Malinau dan Tana Tidung Diguyur Hujan Disertai Petir

Tiga sumber penghasilan terbesar di Malinau meliputi pertambangan, konstruksi dan pengadaan air, pengelolaan sampah, limbah dan daur ulang.

Plt Bupati Malinau, Topan Amrullah mengakui pemasukan daerah terbesar diperoleh dari hasil aktivitas pertambangan.

Batubara merupakan komoditas pertambangan andalan di Kabupaten Malinau.

"Sampai saat ini, pendapatan terbesar Kabupaten Malinau ada di sektor pertambangan. Setengah dari jumlah pendapatan kita berasal dari tambang batubara," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Senin (22/2/2021).

Kendati menjadi primadona pendapatan daerah, persediaan mineral yang kerap disebut emas hitam tersebut nyatanya semakin menipis.

Topan Amrullah memaparkan, hasil riset SDA oleh salah satu perusahaan tambang terbesar di Malinau, pendapatan batubara akan merosot dalam kurun beberapa waktu mendatang.

"Laporannya, persediaan batubara kita semakin berkurang. Sekira 5 hingga 6 tahun ke depan mungkin akan habis," ungkapnya.

Baca juga: Partisipasi Pemilih Pilkada Malinau Lampaui Target, Capai 82,5 Persen Meski Situasi Pandemi Covid-19

Baca juga: Penetapan Bupati Malinau Terpilih, Bawaslu Sebut Jadi Momentum Penutup Tugas Pengawasan Pilkada

Baca juga: Tersisa 2 Desa Sangat Tertinggal, Pemkab Malinau Genjot Pemberdayaan di Perbatasan RI-Malaysia

Halaman
12
Penulis: Mohamad Supri
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved