Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Karantina Pertanian Sebut Ekspor Komoditas Hortikultura Kaltara di Tengah Pandemi Covid-19 Tinggi

Karantina Pertanian Tarakan sebut ekspor komoditas hortikultura Kaltara di tengah pandemi Covid-19 tinggi.

TribunKaltara.com / Risnawati
Kepala BKP Tarakan, Akhmad Alfaraby. TRIBUNKALTARA.COM/RISNAWATI 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKANKarantina Pertanian Tarakan sebut ekspor komoditas hortikultura Kaltara di tengah pandemi Covid-19 tinggi.

Kementerian Pertanian melalui Karantina Pertanian Tarakan terus lakukan fasilitasi ekspor terhadap produk unggulan pangan hortikultura asal Kalimantan Utara (Kaltara) di tengah pandemi Covid-19.

Menurut Kepala Karantina Pertanian Tarakan, drh Akhmad Alfaraby, berdasarkan sistem data perkarantinaan (IQFAST) di wilayah kerjanya, pada 2019 belum dilakukan ekspor hortikultura berupa tomat dan jeruk nipis.

Baca juga: Verifikasi Sekolah Tatap Muka Selesai, Kadisdik Tarakan Sebut Tinggal Laksanakan Simulasi KBM

Baca juga: Sasaran Vaksinasi Tahap II Capai 116 Ribu Jiwa, Satgas Covid-19 Tarakan Sebut Dosis Vaksin Tak Cukup

Baca juga: Dewas PDAM Tirta Alam Tarakan Pastikan Jajaran Berjalan Efektif Efisien, Abdul Azis: Itu Tugas Kami

Namun, selama pandemi justru permintaan produk pertanian asal Kaltara ini terus meningkat karena mulai diminati pasar luar negeri.

Tercatat sepanjang 2020, buah tomat telah dilakukan sertifikasi sebanyak 12,5 ton atau senilai Rp 125,6 juta.

Sedangkan jeruk nipis disertifikasi dengan volume 1,2 ton atau senilai Rp 13,8 juta dengan tujuan yang sama yaitu Malaysia.

Selanjutnya, selama periode dua bulan terakhir, Januari-Februari 2021 saja ekspor tomat dan jeruk nipis tersebut telah menunjukan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.

Tercatat, telah disertifikasi tujuan Malaysia sebanyak 6 kali berupa jeruk nipis mencapai volume 6,3 ton atau senilai Rp 81 juta.

Sedangkan tomat juga telah disertifikasi sebanyak 3,7 ton atau setara Rp 36,8 juta dengan frekuensi pengiriman 7 kali dan tujuan yang sama yakni Malaysia.

Alfaraby mengatakan, pada akhir Februari 2021 melalui wilayah kerjanya Sebatik, tomat dan jeruk nipis disertifikasi tujuan Tawau, Sabah, Malaysia.

Halaman
12
Penulis: Risnawati
Editor: M Purnomo Susanto
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved