Polemik Partai Demokrat

Annisa Pohan Komentari Kudeta Demokrat di Deli Serdang, Tuding Ada Pembiaran, Siapa Disinggung?

Annisa Pohan komentari kudeta Partai Demokrat di Deli Serdang, tuding ada pembiaran yang punya kuasa, siapa disinggung?

Editor: Amiruddin
instagram @annisayudhoyono
Annisa Pohan komentari kudeta Partai Demokrat di Deli Serdang, tuding ada pembiaran yang punya kuasa, siapa disinggung? 

TRIBUNKALTARA.COM - Istri Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY ),  Annisa Pohan komentari kudeta Partai Demokrat di Deli Serdang, tuding ada pembiaran yang punya kuasa, siapa disinggung?

Menurut Annisa Pohan, ada pembiaran dari yang punya kuasa, sehingga terjadi KLB Demokrat di Deli Serdang.

KLB tersebut diketahui menetapkan Moeldoko sebagai Ketua Umum Partai Demokrat melengserkan Agus Harimurti Yudhoyono.

Namun kali ini Annisa Pohan tidak menjelaskan siapa yang dimaksudnya orang yang punya kuasa.

Selain itu, menantu Susilo Bambang Yudhoyono atau SBY tersebut juga menyinggung keadilan telah lama hilang di negeri ini.

Baca juga: Anak Buah AHY di Nunukan Komentari KLB Demokrat di Sibolangit: Jiwa Mereka yang Perlu Diluruskan

Diketahui, pada Jumat (5/3/2021) kemarin, Kongres Luar Biasa ( KLB )  Partai Demokrat digelar di Deli Serdang, Sumatera Utara.

Pada KLB itu, disepakati Kepala Staf Presiden Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat, menggantikan posisi AHY.

Menanggapi hal tersebut, Annisa Pohan menyinggung ada sikap pembiaran dari dari pihak penguasa dalam aksi KLB itu.

Hal itu diungkapkannya melalui akun Twitter-nya, @AnnisaPohan, Sabtu (6/3/2021).

"Ketika sebuah Partai Politik diambil haknya secara paksa dengan melanggar konstitusi, lebih lagi ada 'pembiaran' dari yang punya kuasa," tulis Annisa

Melihat hal ini, Annisa juga mempertanyakan bagaimana nasib hak dari rakyat nantinya.

"Apalagi dengan hak Rakyat kecil ? Siapa yang akan lindungi? apakah kita akan terus diam?," lanjutnya.

Lanjut cuitan lain, istri AHY ini mengatakan keadilan di Indonesia sudah lama hilang.

Menurutnya, keadilan sudah hilang karena masyarakat tidak berperan aktif.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved