Polemik Partai Demokrat

TERUNGKAP! Ditawari jadi Ketum Demokrat, Eks Panglima TNI Gatot Nurmatyo Tegas Tolak, Ini Alasannya

Terungkap! Ditawari jadi Ketum Demokrat, eks Panglima TNI Gatot Nurmatyo tegas tolak, ini alasannya.

Istimewa, Kompas.com
Eks Panglima TNI Gatot Nurmantyo mencium tangan Susilo Bambang Yudhoyono 

TRIBUNKALTARA.COM - Terungkap! Ditawari jadi Ketum Demokrat, eks Panglima TNI Gatot Nurmatyo tegas tolak, ini alasannya.

Dalam wawancara di channel Youtube Bang Arief, mantan Panglima TNI, Gatot Nurmantyo ternyata pernah ditawari untuk menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

Pernyataan Jenderal bintang empat purnawirawan TNI soal tawaran menjadi Ketua Umum Partai Demokrat tersebut, tentu mengejutkan.

Pasalnya, diketahui saat ini senior Gatot Nurmantyo, yang menjabat sebagai KSP dan juga mantan Panglima TNI, Moeldoko terpilih sebagai Ketua Umum Partai Demokrat.

Baca juga: Ramai Desakan Jokowi Copot Moeldoko Imbas KLB Partai Demokrat, Pengamat Ungkap Hal Sebaliknya

Baca juga: Mahfud MD Beber Alasan Pemerintah Diam saat KLB Partai Demokrat, Bukan Dukung Moeldoko, Akui AHY Sah

oleh pihak yang membuat pengakuan mengejutkan mengenai konflik di Partai Demokrat.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) ini mengaku juga ditawari posisi Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY).

Diketahui, Kepala Kantor Staf Presiden yang juga mantan Panglima TNI, Moeldoko kini menjadi Ketum Partai Demokrat versi Kongres Luar Biasa ( KLB) di Deli Serdang.

Meski mendapat tawaran, Gatot Nurmantyo mengaku langsung menolak karena mengingat jasa Susilo Bambang Yudhoyono ( SBY) terhadap karir militernya.

Presidium Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia ( KAMI) Gatot Nurmantyo mengaku pernah didatangi seseorang untuk terlibat dalam upaya kudeta atau penggulingan inskonstitusional terhadap Agus Harimurti Yudhoyono ( AHY) dari kursi Ketua Umum Partai Demokrat.

Hal itu disampaikan Gatot Nurmantyo dalam sesi wawancara di kanal Youtube Bang Arief pada Jumat (5/3/2021).

Tepatnya sebelum pelaksanaan Kongres Luar Biasa ( KLB) kubu kontra-AHY yang menunjuk Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko menjadi Ketua Umum Partai Demokrat.

"Ada juga yang datang sama saya.

Datang, 'Wuh, menarik juga'.

Saya bilang, gimana prosesnya?

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved