Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Kisah Pilu Penjual Sayur Keliling di Malinau, Kehilangan Tempat Tinggal Gegara Rumahnya Terbakar

Kebakaran yang terjadi di Jalan Hauling BDMS, RT 19 Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau menghanguskan dua unit  rumah warga, Minggu (7/3/2021).

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kondisi dua bangunan yang ludes dilahap api di Jalan Hauling BDMS, RT 19 Desa Malinau Kota, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Senin dini hari (8/3/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kebakaran yang terjadi di Jalan Hauling BDMS, RT 19 Desa Malinau Kota, Kabupaten Malinau menghanguskan dua unit  rumah warga, Minggu (7/3/2021).

Dua bangunan yang ludes dilahap si jago merah dalam peristiwa tersebut adalah sebuah rumah sewa tinggal dan sebuah rumah kios sembako.

Api dengan cepat merambat diakibatkan seluruh bagian dari dua bangunan tersebut strukturnya terbuat dari kayu.

Korban insiden tersebut, pemilik toko sembako, Kadir merupakan seorang kepala keluarga dari 4 orang anggota keluarga yang juga mendiami toko sembako tersebut.

Baca juga: Kebakaran Di Desa Malinau Kota, Toko Sembako dan Rumah Sewa Ludes Dilahap Api

Baca juga: KABAR GEMBIRA! 2021 Kuota BBM Bersubsidi di Malinau Bertambah, Badan Ekonomi dan SDA Beber Rincian

Baca juga: Pemkab Malinau Efektif Berlakukan Program Langit Biru, Pertalite Dikhususkan untuk Wilayah Kota

Kesehariannya, Kadir bekerja sebagai penjual sayur keliling yang juga mejajakan dagangannya di Pasar Induk Malinau Kota.

Kerabat korban, Abdurrahman menjelaskan berdasarkan penuturan Istri Kadir, awalnya sumber api berasal dari instalasi lampu di WC bagian belakang rumah.

"Awalnya Istrinya (istri Kadir) melihat percikan dari fitting lampu WC di dapur. Lama-lama apinya membesar, karena panik mereka lari ke luar rumah," ujarnya, Senin (8/3/2021).

Menurut Abdurrahman, rumah tetangga Kadir yang juga ludes dilahap api milik Adi, seorang Warga Desa Malinau Kota di Jalan , Kecamatan Malinau Kota Kabupaten Malinau.

Sewaktu kejadian, Kadir dan anggota keluarga tidak sempat mengevakuasi sepeser pun harta bendanya karena khawatir dengan keselamatan diri keluarganya.

"Barang-barang tidak ada yang sempat diselamatkan. Api sudah telanjur membesar, yang mereka utamakan keselamatan nyawa dulu," katanya.

Halaman
1234
Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved