Breaking News:

Berita Tarakan Terkini

Keberangkatan Jemaah Haji Tertunda Akibat Covid-19, Kemenag Tarakan Tunggu Kepastian Arab Saudi

Keberangkatan jemaah haji tertunda akibat Covid-19, Kemenag Tarakan tunggu kepastian Arab Saudi.

Penulis: Risnawati | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM / RISNAWATI
Kepala Kemenag Tarakan, Muhammad Shaberah saat ditemui di Gedung Serbaguna Pemkot Tarakan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNKALTARA.COM, TARAKAN - Jadwal keberangkatan jemaah haji tertunda akibat Covid-19, Kemenag Tarakan tunggu kepastian Arab Saudi.

Kepala Kemenag Tarakan, Muhammad Shaberah mengatakan, keberangkatan jemaah haji tahun 2020 ini masih tertunda akibat pandemi Covid-19.

Dia menambahkan, Pemerintah Indonesia masih menunggu Pemerintah Arab Saudi mengeluarkan izin calon jemaah haji (CJH) Indonesia, bisa melaksanakan haji di tanah suci bagi umat Islam itu.

Padahal, sejumlah persiapan sudah mulai dipersiapkan sejak awal tahun, termasuk dokumen-dokumen yang diperlukan.

Baca juga: Terpilih Jadi Ketua PKB Tarakan, Achmad Usman Sebut Tantangan untuk Mempertahankan Keberhasilan

Baca juga: Hari Raya Nyepi 2021, Umat Hindu di Tarakan Laksanakan Ritual Mecaru di Pura Agung Giri Jagatnatha

Baca juga: Kepala Kemenag Tarakan Ungkap Pembangunan Asrama Haji Transit Kaltara Ditunda Hingga Tahun 2022

"Tinggal menunggu kepastian Arab Saudi bisa atau tidak. Kalau pemerintah Arab Saudi sudah mengizinkan, dokumen kita sudah lengkap," ujarnya, Senin (15/3/2021)

Terkait persiapan fisik, Shaberah mengatakan, pihaknya telah memberikan imbauan kepada CJH untuk menjaga kesehatan masing-masing, serta olahraga yang cukup guna meningkatkan imun tubuh.

Dia sampaikan, persiapan haji tetap dilakukan, namun pertemuan dilakukan secara virtual. Hal ini guna mengurangi kerumunan orang di masa pandemi Covid-19.

Sementara itu, soal vaksinasi seluruh CJH, kata dia, sudah dipersiapkan Kementerian Kesehatan.

Sehingga sebelum berangkat, semua dipastikan sudah mendapatkan vaksin Covid-19.

"Kalau di Tarakan cuma 148 orang, dari total 500 orang CJH di Kaltara, tinggal tunggu Pemerintah Arab Saudi saja. Kalau katanya syarat harus vaksin dulu, tinggal vaksin saja, yang penting sudah ada surat vaksinnya," katanya.

Baca juga: Serahkan Laporan Keuangan ke BPK Kaltara, dr Khairul Beber Problem Krusial Pemkot Tarakan

Baca juga: Kata Wakil Wali Kota Tarakan setelah Disuntik Vaksin Covid-19, Effendhi Djuprianto: Jarumnya Kecil

Baca juga: BPBD Kaltara Sebut Bantuan Rp 10 Juta Per KK untuk Korban Kebakaran di Jalan Yos Sudarso Tarakan

(*)

Penulis: Risnawati

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved