Breaking News:

Berita Nasional Terkini

Polda Metro & Peruri Ungkap Praktik Pemalsuan Materai, Negara Rugi Rp 37 Miliar, Inilah Modus Pelaku

Dirjen Pajak (DJP) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Peruri mengungkap praktik pemalsuan meterai.

Editor: Sumarsono
HO/DJP
Dirjen Pajak (DJP) bekerjasama dengan Polda Metro Jaya dan Peruri berhasil mengungkap praktik pemalsuan meterai. Enam tersangka dan barang bukti berupa materai palsu dan mesin percetakan diamankan. 

TRIBUNKALTARA.COM, TANGERANG - Direktorat Jenderal Pajak ( DJP) bekerja sama dengan Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengungkap praktik pemalsuan meterai.

Tindakan pelanggaran hukum ini menimbulkan potensi kerugian pendapatan negara senilai Rp 37 miliar.

Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak, Neilmaldrin Noor, mengatakan, Kementerian Keuangan, dalam hal ini DJP memberikan apresiasi kepada Polri dan Perum Peruri atas kerja samanya mengungkap dugaan tindak pidana pemalsuan meterai.

Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengungkap praktik pemalsuan meterai.
Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) mengungkap praktik pemalsuan meterai. (HO/HUMAS DJP)

Bea Meterai merupakan pajak atas dokumen yang merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang digunakan untuk membiayai pembangunan dan penyelenggaraan negara.

Baca juga: Kemana Gisel, Tersangka Video Syur Namun Tak Hadir Wajib Lapor di Polda Metro Jaya, Mangkir Lagi?

Baca juga: Nasib Terkini Pimpinan FPI Rizieq Shihab, Ditahan Polda Metro Jaya, Kalah di Sidang Praperadilan

“Pemalsuan meterai merupakan tindakan yang merugikan keuangan negara sekaligus seluruh masyarakat Indonesia,” ujar Neilmaldrin dalam siaran persnya yang diterima Tribunkaltara.com, Rabu (17/3/2021).

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Yusri Yunus mengungkapkan, modus yang dilakukan para tersangka adalah mencetak dan menjual meterai palsu nominal enam ribu dan sepuluh ribu rupiah.

Baca juga: Lapor SPT Tahunan Paling Lambat 31 Maret 2021, Login di djponline.pajak.go.id

Berdasarkan barang bukti yang ditemukan Polresta Bandara Soekarno-Hatta, potensi kerugian negara diperikirakan sebesar Rp 12,5 miliar.

Lebih lanjut Yusri menjelaskan, kelompok tersangka yang terdiri dari enam orang ini telah melakukan kegiatan pemalsuan meterai sejak tiga setengah tahun yang lalu.

Barang bukti materai palsu yang diamankan Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dari hasil pengungkapan praktik pemalsuan meterai.
Barang bukti materai palsu yang diamankan Polda Metro Jaya dan Perum Percetakan Uang Republik Indonesia (Peruri) dari hasil pengungkapan praktik pemalsuan meterai. (HO/DJP)

Jika diakumulasikan, maka potensi kerugian negara bisa mencapai sekitar Rp 37 miliar.

Atas kejahatan tersebut, tersangka diancam dengan pasal berlapis yakni tidak pidana pemalsuan benda meterai dan tindak pidana pencucian uang.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved