Breaking News:

Perbatasan RI Malaysia

Kekurangan Tenaga Kesehatan, Malinau Masih Butuh Tambahan Dokter, Termasuk di Perbatasan RI-Malaysia

Kekurangan tenaga kesehatan, Malinau masih butuh tambahan dokter dan perawat, termasuk di perbatasan RI-Malaysia

Penulis: Mohamad Supri | Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Fasilitas pelayanan kesehatan, Puskesmas Malinau Kota di Jalan Duyan, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara. (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Kekurangan tenaga kesehatan, Malinau masih butuh tambahan dokter dan perawat, termasuk di perbatasan RI-Malaysia

Di seluruh Kabupaten Malinau, terdapat 18 fasilitas pelayanan kesehatan atau Fasyankes.

Hal ini diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Malinau, John Felix Rundupadang.

Menurutnya, jumlah tenaga kesehatan di Kabupaten Malinau merupakan satu dari sekian problem besar pelayanan kesehatan.

Baca juga: Jalin Program Kemitraan, Politeknik Malinau Rangkul Satuan Pendidikan, Dukung Program Wajib Belajar

Baca juga: Kuasai Senjata Api, Setiap Personel Polres Malinau Wajib Kantongi Surat Izin Lulus Uji Kelayakan

Baca juga: Masyarakat Adat di Malinau Dilibatkan Jaga Keanekaragaman Hayati di Taman Nasional Kayan Mentarang

"Kita punya 18 Fasyankes, termasuk di wilayah perbatasan RI-Malaysia. Saat ini kendala terbesar kami adalah kurangnya Nakes," ujarnya melalui telepon seluler, Kamis (18/3/2021).

Selain maslah keterbatasan anggaran, tenaga kesehatan masih sangat dibutuhkan, khususnya bagi Fasyankes di wilayah terdalam dan perbatasan RI-Malaysia.

Seperti di Fasyankes wilayah Pujungan, Long Alango dan Long Berang, yang sulit dijangkau.

Menurutnya untuk Fasyankes wilayah perkotaan jumlahnya telah terpenuhi. Namun kondisi berbeda dialami di wilayah pedalaman.

John Felix Rundupadang menerangkan, terkendala akses dan jangkauan, banyak tenaga kesehatan yang mengundurkan diri.

"Khususnya di wilayah pedalaman dan perbatasan, sempat beberapa kali rekrutmen, tapi jarang yang mau bertahan di sana. Karena akses dan jangkauan sulit," katanya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved