Breaking News:

Berita Nunukan Terkini

Resmikan Kampung Cerita Sungai Bilal, Bupati Nunukan Asmin Laura Berharap Budaya Lokal Dilestarikan

Resmikan Kampung Cerita Sungai Bilal, Bupati Nunukan Asmin Laura berharap budaya lokal dilestarikan.

Penulis: Febrianus Felis | Editor: M Purnomo Susanto
istimewa
Bupati Nunukan Asmin Laura menandatangani prasasti Kampung Cerita Sungai Bilal di Jalan Sungai Bilal, Kelurahan Nunukan Barat, Senin (22/03/2021), siang. 

TRIBUNKALTARA.COM, NUNUKAN - Resmikan Kampung Cerita Sungai Bilal, Bupati Nunukan Asmin Laura berharap budaya lokal dilestarikan.

Bupati Nunukan, Asmin Laura resmikan Kampung Cerita Sungai Bilal di Taman Pelangi Perbatasan, Jalan Sungai Bilal, Kelurahan Nunukan Barat, Senin (22/03/2021), siang.

Tak hanya itu, orang nomor satu di Nunukan itu juga turut membuka secara resmi lomba pagelaran seni budaya rumpun Tidung Kabupaten Nunukan termasuk pelaunchingan senam Lukiwol khas Nunukan.

Baca juga: Forum Renja 2022, Bupati Nunukan Asmin Laura Beber 7 Prioritas Pembangunan Harus jadi Pedoman OPD

Baca juga: Usai Tikam 20 Tusukan ke Ipar Sendiri, Pelaku Mencoba Bunuh Diri, Ini Keterangan Kapolsek Nunukan

Baca juga: Info BMKG Senin 22 Maret 2021, 3 Wilayah di Nunukan Diguyur Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

"Kami apresiasi acara semacam ini. Sangat jarang sekali pemuda mau inisiatif membangkitkan budaya daerah. Sepanjang itu positif pasti kami akan fasilitasi ke depannya," kata Asmin Laura kepada TribunKaltara.com, pukul 15.00 Wita.

Diketahui, tiga agenda itu diinisiasi oleh Pergerakan Pemuda-Mahasiswa Rumpun Tidung Kabupaten Nunukan (PD-Gadamaruti).

Menurutnya, budaya bercerita atau bertutur telah dikenal oleh hampir semua suku yang ada di Nusantara.

Tak heran, jika Indonesia memiliki kumpulan cerita rakyat yang begitu banyak.

Namun, seiring perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, budaya bertutur secara perlahan mulai ditinggalkan oleh masyarakat.

"Orang tua kita terdahulu memiliki cara bijak saat memberikan nasehat bagi anaknya dengan melalui sebuah dongeng atau cerita. Biasanya sebelum anaknya tidur atau pada saat pagelaran seni dan budaya di kampung. Kini sebagian besar hidup manusia bergantung pada perangkat telepon pintar. Sehingga bisa dibilang budaya bercerita hilang sama sekali," ucapnya.

Bahkan, kata Asmin Laura, baik orang tua maupun anak muda hari ini lebih sibuk menggunakan gadjetnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved