Breaking News:

All England 2021

Presiden BWF Meminta Maaf seusai Insiden Paksa Mundur Wakil Indonesia dari All England 2021

Presiden federasi bulutangkis dunia (BWF), Poul Erik Hoyer Larsen, meminta maaf kepada Indonesia.

Editor: N Anastasia
Badmintonphoto/Yohan Nonotte
Marcus Fernaldi Gideon/Kevin Sanjaya Sukamuljo ketika menghadapi Matthew Clare/Ethan Van Leeuwen pada laga babak pertama All England 2021 di Utilita Arena Birmingham, Rabu (17/3/2021) malam WIB. 

TRIBUNKALTARA.COM - Seusai insiden dipaksa mundurnya Wakil Indonesia dari All England 2021, Presiden federasi bulutangkis dunia (BWF), Poul Erik Hoyer Larsen, meminta maaf kepada Indonesia.

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Zainudin Amali menyampaikan Presiden BWF juga telah meminta maaf kepada bangsa Indonesia, kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), timnas bulutangkis tanah air dan stakeholder bulutangkis Indonesia.

"Surat permohonan maaf itu ditujukan kepada saya sebagai Menpora. Pada intinya BWF merasakan apa yang dialami oleh timnas bulutangkis kita. Sakit hati dan frustasi," ujar Amali, dikutip dari kemenpora.go.id.

Baca juga: Indonesia Dipaksa Mundur, Jepang Borong 4 Gelar All England 2021, Tuan Rumah Inggris Gigit Jari

Amali menyebut, Presiden BWF juga menyinggung ketika ia masih menjadi pemain bulutangkis, ia merasakan kehangatan mendalam dengan para pemain bulutangkis Indonesia di masanya.

"BWF menyadari dan menyampaikan bahwa situasinya saat ini pandemi Covid-19 maka kedepan harus bisa lebih baik untuk menyiapkan diri dan kejadian di All England ini menjadi pelajaran berharga dan berharap tidak terulang kembali," ujarnya.

"Ini adalah hasil kerjasama antara pemerintah dan federasi (PP PBSI), NOC Indonesia dan dukungan semua masyarakat dan para stakeholder bulutangkis Indonesia."

"Ini sebagai contoh jika kita kompak dan bersatu pasti akan mendapat tanggapan serius dari pihak yang kita tuju," kata Amali.

Menurut Amali, bulutangkis adalah cabor unggulan yang disiapkan dalam desain besar olahraga nasional bahkan posisi bulutangkis di urutan pertama dari 14 cabor unggulan lainnya.

"Oleh karena itu pemerintah sangat berkepentingan dan Presiden berpesan agar masalah di All England diselesaikan dengan sebaik-baiknya. Tim tidak boleh terlantar," ungkap Amali.

"Kami berterima kasih kepada semua pihak, Ibu Menlu, Dubes RI di London dan semua pihak yang sudah bahu-membahu yang sudah melaksanakan tugas. Karena ini menyangkaut wibawa dan harga diri kita sebagai bangsa dan sebagai negara besar untuk untuk bulutangkis," tambahnya.

Halaman
12
Sumber: Tribunnews.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved