Breaking News:

Berita Malinau Terkini

Jumlah Petani 42 Persen dari Total Penduduk, Ekonomi Malinau Ditarget Tumbuh 5 Persen Tahun 2022

Pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Malinau ditarget meningkat sebesar 5 persen di tahun 2022.

TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Kepala Bappeda Litbang Kabupaten Malinau, Kristian Radang saat ditemui di Kantor Bupati Malinau, Provinsi Kalimantan Utara (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU - Pertumbuhan ekonomi daerah Kabupaten Malinau ditarget meningkat sebesar 5 persen di tahun 2022.

Hal tersebut dapat dicapai melalui pemanfaatan sektor riil pembangunan ekonomi daerah mengandalkan sektor pertanian di Kabupaten Malinau.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah, Penelitian dan Pengembangan (Bappeda Litbang) Kabupaten Malinau, Kristian Radang.

Baca juga: Pengamanan di Polres Malinau Diperketat Usai Teroris Masuki Mabes Polri, Polisi Bersenjata Siaga

Baca juga: Kemenkumham Tolak KLB Moeldoko, Ketua Demokrat Malinau Sudah Prediksi, Wempi: Tak Pantas Disebut KLB

Baca juga: Pembangunan Jalan Nasional Malinau-Nunukan Berlanjut, Tahun 2021 Dua Jalur Penghubung Dibangun

"Perhatian khusus pemerintah ke depan adalah bagaimana menggerakkan sektor riil agar pertumbuhan ekonomi bisa bangkit. Tahun 2022 ditarget naik 5 hingga 6 persen," ujarnya kepada TribunKaltara.com, Kamis (1/4/2021).

Untuk mencapai target tersebut, Kristian Radang mengatakan pemerintah harus memanfaatkan potensi lokal.

Seperti pemanfaatan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang memiliki potensi besar untuk dimaksimalkan.

"Sebagian besar penduduk di Malinau bekerja sebagai petani, sekira 42 persen dari total jumlah penduduk. Potensinya cukup besar," katanya.

Pada Forum Konsultasi Publik Daerah (FKPD) Malinau tahun 2021, Pemerintah daerah mencanangkan sektor pertanian sebagai alternatif sumber penghasilan daerah selain pertambangan.

Berdasarkan data Bappeda Litbang tahun 2019, sektor pertambangan merupakan sumber pendapatan terbesar di Malinau, sebesar 50,01 persen dari jumlah PAD.

Baca juga: Tahun Ajaran Baru, SMPN 2 Malinau Pilih Belajar Tatap Muka, Sebar Angket ke Orangtua

Baca juga: Jelang Belajar Tatap Muka di Malinau, Tahap Awal Vaksinasi Covid-19 untuk Guru di Wilayah Perkotaan

Baca juga: Kunjungan Kerja ke Kaltara, Kepala BNPB Doni Monardo Janjikan Mesin PCR untuk Nunukan dan Malinau

Dibandingkan dengan sektor pertanian, kehutanan dan perikanan yang menyumbang 10,93 persen, pemerintah daerah harus bekerja ekstra untuk menyaingi sektor pertambangan sebagai dulang PAD terbesar.

Halaman
12
Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved