Breaking News:

Bantuan Sosial

Usai Maret Belum Juga Cair, Penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan Tunggu Rp 1,2 Juta di Rekening, Kapan?

Usai Maret belum juga cair, penerima BLT BPJS Ketenagakerjaan tunggu Rp 1,2 juta di rekening, kapan?

Editor: M Purnomo Susanto
KOLASE TRIBUNKALTARA.COM
ILUSTRASI - Dana BLT BPJS Ketenagakerjaan dan Presiden Indonesia Jokowi. ( KOLASE TRIBUNKALTARA.COM ) 

Sekadar mengingatkan tak semua pekerja mendapat BLT BPJS Ketenagakerjaan sebesar Rp 1,2 juta ini.

Namun sayangnya, tidak semua karyawan bergaji di bawah Rp 5 juta akan mendapatkannya.

Ada sejumlah kriteria bagi penerima BLT BPJS kali ini.

Dilansir BPJSKetenagakerjaan.go.id Menteri Keuangan ( Menkeu) Sri Mulyani Indrawati dalam Webinar Series Majelis Wali Amanat Universitas Indonesia dengan tema ‘Covid-19 dan Percepatan Pemulihan Ekonomi 2021: Harapan, Tantangan dan Strategi Kebijakan’ pada Rabu (27/01/2021) mengungkapkan fokus kebijakan APBN 2021 diarahkan untuk mempercepat akselerasi Pemulihan Ekonomi Nasional ( PEN).

APBN 2021 akan mendukung keberlanjutan program PEN terutama untuk penanganan kesehatan termasuk pengadaan vaksin dan vaksinasi.

Selain itu PEN juga akan fokus pada perlindungan sosial berupa BLT BPJS Ketenagakerjaan, sektoral K/L dan pemda, dukungan UMKM dan pembiayaan korporasi, dan insentif usaha.

Program PEN 2021 diperlukan untuk terus memberikan daya dukung pada perekonomian baik di sisi demand maupun supply.

Baca juga: TERBARU! BSU BPJS Ketenagakerjaan Rp 1,2 Juta Cair Maret, Cara Cek Status JHT Bisa Lewat SMS ke 2757

“Tahun 2021, kami akan mengelola APBN tetap dengan fokus untuk bisa mendukung pemulihan ekonomi dan penanganan Covid. APBN tahun 2021 yang didesain dengan spirit ekspansi untuk mendukung pemulihan, namun juga pada saat yang sama mulai konsolidasi untuk menyehatkan kembali APBN kita,” ucap 

Menkeu melanjutkan, untuk tahun 2021, penerimaan negara ditargetkan sebesar Rp1.743,6 triliun. Ini adalah tingkat penerimaan negara yang cukup optimistis karena covid masih menjadi faktor yang harus tetap diperhitungkan.

“Kita semua tahu bahwa risiko masih ada namun itu tidak menjadi alasan untuk kita menjadi pesimis, justru kewaspadaan makin tinggi membuat kita akan semakin teliti dan tetap menjaga semangat untuk memulihkan masyarakat dan perekonomian kita. Oleh karena itu Pemerintah akan terus juga mendukung seluruh reformasi di dalam situasi bahkan krisis Covid-19,” lanjutnya.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved