Breaking News:

Sungai Malinau Tercemar

Update Sungai yang Tercemar Limbah, Bupati Malinau Topan Amrullah Sebut Sanksi Sementara Berjalan

Lebih dari sebulan setelah kejadian jebolnya kolam limbah tambang yang mengakibatkan tercemarnya sungai di Malinau terjadi.

Penulis: Mohamad Supri
Editor: Amiruddin
TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI
Bupati Malinau, Topan Amrullah saat ditemui di Cafe Tubu, Pelita Kanaan, Kecamatan Malinau Kota, Kabupaten Malinau, Provinsi Kalimantan Utara, Sabtu (3/4/2021). (TRIBUNKALTARA.COM/MOHAMMAD SUPRI) 

Selain menyebar bibit ikan dan udang, PT KPUC juga berkewajiban untuk membenahi kontruksi di wilayah kolam pengendapan limbah, guna mencegah kejadian yang sama terulang kembali.

Peristiwa tersebut selain berdampak terhadap ekosistem sungai, juga mengakibatkan pasokan air bersih di sejumlah besar wilayah di Malinau terdampak.

Baca juga: Pansus Pencemaran Sungai Malinau Dibentuk, DPRD Kaltara Sebut tak Akan Bahas Soal Pencabutan Izin

Baca juga: Imbas Sungai Malinau Tercemar, Sebagian Permukiman Belum Mendapat Pasokan Air Bersih, Ini Sebabnya

Baca juga: Sungai Malinau Tercemar Limbah Tambang Batubara, Walhi Sebut Angkara Kalutnya Pengelolaan Tambang

Topan Amrullah mengatakan, hal tersebut menjadi pelajaran besar bagi sejumlah perusahaan tambang di Malinau untuk peduli terhadap kelestarian lingkungan hidup.

Terkait kewenangan ijin, dia mengatakan pemerintah daerah tidak memiliki kewenangan untuk mencabut ijin perusahaan yang lalai.

"Kalau masalah pertambangan wewenangnya Provinsi Kaltara dan pusat. Secara administrasi, kita berlakukan 6 sanksi paksaan tersebut. Laporan dari DLHD, itu sudah dilaksanakan," ucapnya.

(*)

Penulis : Mohammad Supri

Jangan Lupa Like Fanpage Facebook TribunKaltara.com

Follow Twitter TribunKaltara.com

Follow Instagram tribun_kaltara

Subscribes YouTube Tribun Kaltara Official

Sumber: Tribun Kaltara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved